Amar menambahkan, untuk masalah pangan, sudah ada bantuan rutin dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) setiap 2 bulan sekali yang cukup untuk kebutuhan makan Tety, Sembako berupa beras, minyak, terigu, susu dan lainnya.
Terkait kembali viralnya Tety, Amar menjelaskan bahwa hal tersebut karena belum adanya keseriusan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan untuk menangani masalah warga miskin baik pangan ataupun kesehatan secara tuntas.
“Wajar kalau berita Tety kembali mencuat, Pemda tidak serius menangani masalah yang dialami oleh warga miskin seperti Tety. Diperlukan penanganan yang komperhensif, sistematis dan berkesinambungan,” lanjut Amar.
Salahsatu ketidakseriusan Pemda adalah dalam hal membuat aturan yang jelas untuk menangani masalah kemiskinan. Ia menjelaskan, hampir setahun menunggu munculnya Peraturan Bupati (Perbup) namun hingga saat ini belum juga terbit.












































































































Discussion about this post