KAB. CIREBON, (FC).- Terapi plasma konvalesen pada pasien positif Covid-19 Kabupaten Cirebon akan berlanjut. Rencananya lusa (Senin,-red) ada dua pasien positif Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh atau negatif bersedia diambil plasma darahnya untuk di donorkan kepada pasien positif Covid-19.
Namun, sebelum ke tahap pengambilan darah kepada pasien yang telah dinyatakan negatif tersebut ada beberapa langkah yang harus ditempuh. Diantaranya adalah yang pertama adalah dilakukan test PCR yang tujuannya apakah pasien yang telah sembuh ini terpapar kembali atau tidak.
“Kalau setelah di PCR dan hasilnya negatif kembali. Baru merujuk ke tahap berikutnya, yaitu pemeriksaan antibodi nya, karena syarat donor itu adalah bebas hepatitis B, HIV dan beberapa penyakit lainnya,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon, dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein kepada wartawan, Jumat (25/9) sore.
Rencananya, lanjut Fariz, besok (Sabtu,-red) kedua pasien tersebut itu diswab dulu, nanti setelah hasil swab dinyatakan negatif, baru masuk ke screening yang di PMI. “Jadi besok itu swab di FK UGJ, setelah dinyatakan negatif calon donor ini ke PMI untuk pemeriksaan antibody, screening transfusi dan golongan darah dan lainnya,” tambah Fariz.
Kenapa harus laki-laki? Masih kata dr Fariz, karena secara kajian darah yang dihasilkan perempuan itu ada salah satu zat yang memungkinkan kalau darahnya itu diberikan ke orang lain baik perempuan maupun laki-laki itu akan mengakibatkan reaksi. Walaupun, kata dia, memang tidak semua perempuan. Cuma menghindari risiko itu.
“Maka yang memudahkan kita tertuju kepada laki-laki yang kita periksa,” lanjut Fariz.
Masih dikatakan dr Fariz, dalam tiga minggu ini yang sudah ia tandai ada 15 calon, pihaknya meminta kesediaannya untuk diambil darahnya. Tentunya ini data yang sudah dinyatakan sembuh sampai akhir minggu lalu. “Ke-15 calon itu yang masuk kriteria dua sampai tiga minggunya. Jadi kalau tidak masuk kriteria itu, misal sudah satu bulan ya sudah enggak bisa, belum satu minggu itu juga enggak bisa,” jelasnya.
Lebih lanjut dr Fariz menyampaikan, dari ke-15 calon pendonor plasma tersebut yang conform baru dua calon. Bahkan pihaknya juga sedang menghubungi beberapa jejaring lain yang mempunyai pasien, kalau misal sudah sembuh dan mau diharapkan mereka mau donor. “Kedua calon itu adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Dokter di RS Permata Kabupaten Cirebon,” katanya. (Ghofar)












































































































Discussion about this post