
Sebenarnya, Amih tidak lakukan usaha ini sendirian, melainkan bersama dengan sang suami tercinta Rachmat Dwija Atmaja. Sebagai suami Rachmat sendiri yang turun tangan langsung dalam proses pembuatan jamur crispynya.
Rachmat mengaku, jika dirinya rela melepas pekerjaan sebagai teknisi dari proyek-proyek besar di depan matanya, agar dapat membantu sang istri membangun usaha.
Amih dan suami sendiri mengaku melakukan hal ini guna meningkatkan taraf hidup setiap masyarakat sekitar terutama para petani Jamur. Melihat dan menengok kembali ke masa lalu Amih dan suami merasa lega dapat membantu petani jamur yang ada.
Rachmat mengaku, sebelum tahun 2018 memulai usaha bersama Amih, mereka mencari resep yang tepat guna menciptakan jamur crispy dengan kualitas tinggi.
Mulai dari tepung yang digunakan untuk pembuatan jamur crispy. Rachmat menyampaikan untuk tepungnya sendiri ia pun buat dari jamur yang telah dikeringkan dan di haluskan, lalu mencampurnya dengan sedikit tepung beras, maizena, dan bumbu dapur lainnya.
Ia merasa dengan membuat tepung dari jamur kering dapat meningkatkan rasa dan kualitas kripik jamur itu sendiri dan menjadi pembeda diantara jamur crispy lainnya.
Selain, untuk pembuatan jamur crispy, tepung jamur ia gunakan untuk produk turunan Mushi lainnya seperti Kerupuk Jamur, sosis jamur, baso jamur, nugget dan puding jamur.
Diluar itu, produk jamur lainnya dilakukan dengan proses pengolahan yang berbeda-beda seperti sate jamur, abon jamur, kaldu jamur, rendang, lumpia, dan masih banyak lagi.
“Iya, karena memang dasar saya dari petani jamur saya juga menyediakan baglog jamur yang media tanam pake serbuk kayu gitu, saya jual ke petani dan petani sudah beres panen biasanya dijual kembali ke Amih neng, atau ada yang untuk dijual kepasar,” ucap Amih.









































































































Discussion about this post