Namun, banyak dari UMKM justru jalan ditempat tanpa ada perubahan yang signifikan, juga menurutnya, banyak diantara masyarakat yang menyalahgunakan kewenangan yang diberi pemerintah.
Seperti dirinya dan suaminya Rachmat, sedang mengupayakan untuk memaksimalkan pengemasan menggunakan tabung bambu, agar ramah lingkungan dan juga memberdayakan pengrajin bambu.
“Kita pengrajinnya dari Waled, sudah ada kerja sama. Tapi, bambunya kita beli dari yang punya pohon bambu di sekitaran sini satu pohon kira-kira 10 ribu kalau tebang sendiri, tapi kalau ditebangin 25 ribu,” ujar Rachmat.
Bambu yang digunakan pun, bukanlah bambu untuk bangunan sebab kualitasnya kurang baik untuk wadah atau tempat makanan.
“Lupa namanya tapi bambu ini jarang dipake masyarakat umum, tapi yang pasti ini bambunya memiliki kulit agak gelap kehitaman gitu,” ujar Amih.
Untuk proses pembuatannya sendiri langsung di pengrajin dengan harga 7 ribu rupiah pertabung ukuran kurang lebih 20 cm dan untuk finishingnya dilakukan dirumah dengan dilakukan pemanasan atau pemanggangan guna menjadikan bambu awet dan tak berjamur, juga menghilangkan aroma yang tak sedap.
Amih dan Rachmat sendiri, sedang mengupayakan untuk dapat menurunkan harga tabung bambunya agar harga jualnya pun tidak terlalu mahal. Sebab, rencananya tidak hanya akan dipasarkan di Luar negeri melainkan dalam negeri juga.
“Pengennya kita bisa turunin harga seperti tabung yang biasa kita pakai biar masyarakat umum bisa beli. Kalau pasar luar negeri pasti sanggup beli, terlebih mereka sangat mendukung adanya wadah ramah lingkungan dan berbau lokal,” ujar Rachmat.
Rachmat juga menambahkan, apabila target utama kemasan bambu ini pasar internasional. Sebab, bagi orang luar kemasan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri.
Untuk kemasan tabung ini sendiri sudah dikirimkan rutin ke Jakarta hingga ratusan pieces. Bulan ini pun, Amih telah mengirimkan 3 kardus besar yang tiap kardusnya berisi kurang lebih 90 pieces.
Rachmat maupun Amih berharap produk kemasan baru ini dapat diterima baik masyarakat dan peminatnya banyak. Sebab, baginya menjaga keseimbangan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi ladang pahala yang sangat besar. (Sarrah/Job/FC)









































































































Discussion about this post