KAB.CIREBON, (FC).- Puluhan warga Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, menggelar aksi damai di depan kantor balai desa, Rabu (6/5). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Salah satu warga, Yayan, menyebut aksi itu sebagai bentuk dorongan agar pemerintah desa membuka secara jelas penggunaan anggaran, termasuk memberikan salinan dokumen APBDes kepada masyarakat.
“Aksi ini untuk menuntut transparansi pemerintah desa terkait penggunaan anggaran, termasuk meminta salinan dokumen APBDes,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya warga telah melakukan dialog dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sutawinangun. Namun, BPD disebut tidak memiliki dokumen APBDes yang diminta.
“Bagaimana BPD menjalankan fungsi pengawasan kalau tidak memiliki dokumen APBDes,” katanya.
Selain persoalan transparansi, warga juga menyoroti pembangunan gedung serbaguna desa yang hingga kini belum rampung. Berdasarkan data warga, proyek tersebut telah menelan anggaran sekitar Rp694,7 juta sejak tahun anggaran 2023 hingga 2025.
Kondisi bangunan yang masih mangkrak memunculkan dugaan ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran.
“Pembangunan yang belum selesai ini menjadi tanda tanya besar bagi kami,” ujar Yayan.
Warga berharap pemerintah desa memberikan penjelasan secara terbuka serta memenuhi permintaan dokumen sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Sementara itu, Kuwu Sutawinangun, Dias Fakhnuritasari, menyatakan pemerintah desa telah melakukan komunikasi dengan perwakilan warga terkait tuntutan tersebut.
Ia menegaskan keterbukaan informasi telah dilakukan sesuai regulasi, salah satunya melalui pemasangan baliho anggaran di depan kantor desa.
“Kami sudah melaksanakan keterbukaan sesuai aturan, termasuk melalui baliho anggaran,” ujarnya.
Terkait permintaan dokumen APBDes, Dias menyebut warga diminta mengajukan permohonan secara tertulis untuk memenuhi prosedur administrasi.
Ia juga menambahkan, informasi perencanaan pembangunan telah disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan perwakilan masyarakat.
“Kami sudah menyampaikan dalam Musrenbang melalui perwakilan lembaga desa,” pungkasnya. (Johan)












































































































Discussion about this post