KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, memanfaatkan lahan terbengkalai menjadi kebun sereh dapur bernilai ekonomi.
Program yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bio Merpati ini mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan warga sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pengembangan budidaya sereh dilakukan di empat dusun dengan melibatkan masyarakat setempat. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dioptimalkan menjadi sumber ekonomi baru bagi desa.
Kuwu Karangsuwung, Arif Nurdiansyah, mengatakan program tersebut mulai menunjukkan hasil positif, baik dari sisi ekonomi warga maupun kontribusi terhadap PADes.
“Pemanfaatan lahan tidak produktif ini mulai membuahkan hasil. Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, juga menambah PADes,” ujarnya, Rabu (6/5).
Ia menilai potensi pengembangan masih terbuka luas dan mendorong BUMDes untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan yang belum tergarap.
“Masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Kami harap pengembangan terus dilakukan agar hasilnya lebih maksimal,” tegasnya.
Keunggulan program ini terletak pada pemanfaatan seluruh bagian tanaman sereh. Batang sereh dipasarkan ke pasar dan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar desa, sementara daun yang biasanya terbuang justru dimanfaatkan sebagai bahan baku industri rumahan.
“Semua bagian sereh dimanfaatkan, termasuk daunnya yang juga memiliki nilai jual,” jelas Arif.
Melalui inovasi tersebut, tidak ada bagian tanaman yang terbuang. Optimalisasi ini menjadi contoh pengelolaan potensi desa yang kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Nawawi)













































































































Discussion about this post