Menurutnya, dengan menjual atau membiarkan baglog dibeli dari dirinya guna memberikan pengurangan estimasi biaya tanam dan panen. Sehingga, petani jamur tiram mendapatkan keuntungan lebih banyak.
Disisi lain, Amih pun kerepotan untuk memperhatikan dan mengawasi perkembangan jamur setiap waktunya. Karena, menurutnya ketika membangun usaha perlu fokus atau konsen pada bidang tersebut agar dapat bertahan dan terus maju.
Petani jamurnya sendiri hampir setiap hari kerap menyetorkan jamur hasil panen mereka. Dalam sehari total jamur panen yang ia terima bisa mencapai 40 kg dan itu langsung di cuci lalu dikeringkan untuk menurunkan kadar airnya. Sehingga, produk jamur crispinha pun dapat maksimal.
Adapun kegiatan setiap harinya Amih dan suami selalu bereksperimen untuk menghasilkan produk yang baru dan dapat diterima masyarakat. Sehingga, usahanya dapat terus berkembang.
Kini, Mushi milik Amih telah dikenal berbagai orang hampir seluruh Indonesia, mulai dari wilayah Pulau Jawa, DKI Jakarta, Sumatra, Mataram (NTB) dan daerah lainnya. Bahkan sudah terjual hingga ke luar negeri Malaysia, Singapura, Amerika, Kanada, dan beberapa negara lainnya.
Amih mengaku, untuk reseller yang terdaftar di dirinya hanyalah 19 orang untuk di beberapa tempat juga ada di toko retail, supermarket, dan oleh-oleh. Sebab, sudah banyak produk yang dijual melalui toko online seperti shopee, Blibli, tokopedia, bahkan sampai Amazon.
“Kalau produk sih kebanyakan beli di online resellernya, juga banyak yang milih beli di Online dan amih bebaskan itu. Karena, income kan tetap masuk ke amih karena, barangnya juga tetap dari amih,” ujarnya.









































































































Discussion about this post