KAB.CIREBON, (FC).- Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waledkota di Desa Waledkota, Kecamatan Waled, mendapat sorotan masyarakat.
Fasilitas yang berada di bawah naungan Yayasan Kharisma Pajajaran Gempita itu diduga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar sanitasi.
Ketiadaan IPAL dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan karena aktivitas dapur menghasilkan limbah berupa minyak, lemak, dan sisa organik.
Sesuai ketentuan, limbah semestinya diolah terlebih dahulu menggunakan sistem penyaringan lemak (grease trap) serta pengolahan biologis sebelum dibuang ke lingkungan.
Salah seorang warga Kecamatan Waled sekaligus wali murid penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Faridah, mengatakan keberadaan IPAL merupakan kewajiban yang harus dipenuhi pengelola.
“IPAL itu wajib dimiliki untuk mencegah pencemaran dan memenuhi standar sanitasi. Kalau tidak ada, tentu sangat berisiko bagi lingkungan,” ujarnya, Selasa (28/4).
Menurut dia, sejak beroperasi pada Februari 2026, SPPG Waledkota belum dilengkapi fasilitas pengolahan limbah yang memadai. Selain itu, pengelolaan sampah domestik dari dapur juga dinilai belum tertata baik.
Pantauan warga, sampah masih ditempatkan di depan area SPPG hingga berada di pinggir jalan raya.
Kondisi itu dinilai kurang layak karena tempat penampungan sampah seharusnya tertutup dan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Waledkota, Billy, mengakui pihaknya masih menunggu realisasi pengadaan IPAL.
Ia menyebut pengajuan telah dilakukan sejak lama, namun proses pengadaan terkendala antrean produksi.
“Pengajuan IPAL sudah lama, dijanjikan awal bulan, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Karena pemesanan di Kediri dan harus antre,” jelasnya.
Selama menunggu IPAL tersedia, pengelolaan limbah sementara dilakukan menggunakan sistem septic tank yang disedot secara berkala setiap dua bulan.
“Untuk sementara kami gunakan sistem septic tank, disedot rutin. Dalam waktu dekat akan ada pembenahan,” katanya.
Terkait pengelolaan sampah, pihaknya juga berencana menyediakan bak sampah tertutup agar lebih rapi dan tidak mencemari lingkungan.
“Kami terus mengajukan setiap hari. Harapannya yayasan bisa segera merealisasikan agar sesuai standar,” pungkas Billy. (Nawawi)













































































































Discussion about this post