MAJALENGKA, (FC),- Seorang perangkat desa ditemukan meninggal dunia di ruang kerja Kepala Desa (Kades), Kantor Balai Desa Surawangi, Kecamtaan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka Pada Minggu, (26/01), pukul 06-30 WIB pagi.
Ditemukannya sesosok mayat yang merupakan Kaur Umun di Desa Surawangi tersebut, sontak menghebohkan warga setempat. Diketahui, perangkat desa ini bernama Beben Nurberi (32).
Kepala Polisi Sektor (Kapolres) Majalengka, Ajun Komisaris Polisi (AKBP) Mariyono melalui Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Jatiwangi, Komisaris Polisi (Kompol) Asep fiqih menjelsakan, berdasarkan penjelasan sejumlah saksi, yakni Edi Susanto (33) dan Sawen (60), waktu itu, sekira pukul 06.30 WIB pagi, mereka tengah membersihkan Kantor Desa. Kemudian, mereka melihat Beben (korban) berada di ruangan Kades tengah tidur. Selanjutnya, salah seorang dari mereka membangunkan korban.
Namun, sambung dia, setelah korban dibangunkan, ternyata korban tidak kunjung bangun dari tidurnya, hingga pada akhirnya saksi meminta bantuan keluarga korban, akan tetapi tidak bangun juga. Setelah lama dicek, ternyata korban sudah tidak bernyawa, hingga mereka menyatakan korban telah meninggal dunia, dan setelah itu, pihak keluarga langsung menghubungi pihak kepolisian setempat.
“Ya, korban ditemukan oleh saksi yang tengah melaksanakan piket pada Minggu pagi,” jelas Kapolsek Jatiwangi ini, Minggu, (26/01).
Dikatakan dia, sebelum korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi, malam harinya korban melaksanakan piket kemit, karena korban merupakan seorang Perangkat Desa di Desa Surawangi ini.
“Berdasarkan keterangan dari keluarga korban dan para tetangga, diketahui korban pernah mengeluh sakit sesak dan sering masuk angin, namun tidak mau berobat karena takut,” tuturnya.
Lebih jauh dia menjelsakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan atau bekas penganiayaan yang terdapat ditubuh korban, dan sejauh ini korban diduga meninggal kurang dari 2 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
“Terkait kejadian ini, pihak keluarga menyadari bahwa hal ini sebagai musibah, dan tidak akan mempermasalahkannya, sehingga mereka menolak untuk mengotopsi korban,” tandasnya. (ibnu)







































































































Discussion about this post