INDRAMAYU, (FC).- Lubang semburan gas yang mengeluarkan api, bercampur air dan pasir yang terletak di Blok Cilumbu Desa Sukaperna Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu terus membesar.
Warga setempat pun merasa resah karena semburan gas tersebut mengalir ke pemukiman warga dan areal pesawahan.
“Jika semburan gas yang bercampur dengan air dan pasir ini terus dibiarkan akan terus masuk ke pemukiman warga,” ungkap Abidin warga setempat, kepada FC Senin (5/4).
Dikatakan Abidin, kondisi semburan gas ini tidak hanya mengancam pemukiman warga, melainkan areal pesawahan warga sekitar yang letaknya tidak jauh dari lokasi semburan.
Diameter semburan ini mencapai Satu meter lebih dengan tinggi semburan mencapai satu meter.
Abidin meminta agar pihak terkait untuk dapat mengatasi fenomena alam ini yang sudah lama terjadi, tapi tidak kunjung ada solusinya untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Bau dari semburan gas bekas sumur Belanda ini baunya sangat menyengat, sehingga membuat warga sesak nafas dan pusing jika menghirup bau menyengat dari gas liar tersebut,” ujarnya
Hingga saat ini, semburan gas liar di desa Sukaperna perbatasan kecamatan Tukdana terus meluap. Bahkan tumpahan air disertai pasir dari semburan gas liar ini terus mengalir ke persawahan warga.
Baca Juga: Lubang Semburan Gas di Indramayu Terus Membesar
Sementara, munculnya semburan gas, api dan lumpur itu menambah peristiwa migas di Kabupaten Indramayu.
Sebelumnya, pada Senin kemarin, kilang Pertamian UP VI Balongan mengalami kebakaran.
Menteri ESDM Arifin Tasrif saat berkunjung ke kilang Balongan, Sabtu (3/4) mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi.
Tidak hanya dari kalangan internal, kata dia, investigasi juga dilakukan pihak eksternal.
Sementara peristiwa kedua migas di Indramayu adalah semburan keras gas, api dan lumpur yang terjadi di Desa Sukaperna, Sabtu (3/4).
Belum diketahui juga penyebab terjadinya semburan gas dan api liar tersebut.
Yang pasti, semburan gas, api dan lumpur itu berasal dari sumur tua milik Pertamina yang dibiarkan ‘tidur’.
Lokasi sumur tua ini berjarak tak lebih 500 meter dari permukiman warga setempat.
Semburan gas bercampur lumpur dan api itu tiba-tiba muncul di area bekas sumur minyak tua milik Pertamina. Lokasinya hanya berjarak sekira 500 meter dari permukiman warga. (Agus)













































































































Discussion about this post