Bisa saja dengan wacana perubahan nama ini, geliat dan semangat untuk mewujudkan Provinsi Cirebon kembali menguat. Apalagi didasarkan pada ketimpangan pembangunan Jabar bagian barat dan Jabar bagian timur yang didalamnya adalah wilayah Ciayumajakuning.
“Harus dipertimbangkan kembali. Dan saya termasuk orang yang akan menolak bila wacana ini dibahas di DPR-RI,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kabupaten Cirebon Ekky Bahtiar setuju pembentukan Provinsi Cirebon, dengan konsep berpisah administrasi pemerintahan. Tujuannya agar lebih mudah untuk menjangkau masyarakat, karena wilayah administratif Ibu Kota Jawa Barat jauh jaraknya dari Cirebon.
Selain itu, pembagian kue pembangunan bisa terbagi dengan merata, dan masyarakat Wilayah Cirebon merasakannya langsung. Konsep berpisah diri membentuk provinsi baru bertujuan lebih mendekatan pemimpin dengan steakholder, ini menjadi hal yg penting di Wilayah Cirebon, agar perhatiannya agar lebih terasa
Untuk masalah budaya Ekky menilai, tidak terlalu bermasalah. Yang terpenting distribusi pembagian perhatian pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat Wilayah Cirebon.
Saat ini, baginya tidak ada pembahasan primodial namun pembagian kesejahteraan bagi masyarakat Wilayah 3 Cirebon yang terpenting.















































































































Discussion about this post