KOTA CIREBON, (FC).- Mayoritas tokoh masyarakat dan pejabat di Wilayah Cirebon kurang setuju, dengan wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.
Kali ini Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina ikut buka suara. Menurutnya, perubahan nama tersebut tidak tepat, dan jika dipaksakan malah menyalahi aturan yang berlaku.
“Tidak tepat, bila Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda. Kita lihat di Jawa Barat bukan hanya ada Suku Sunda saja, di Wilayah Ciayumajakuning beragam suku selain Sunda terdapat disini,” jelasnya kepada FC, Jumat (16/10).
Sekarang sudah nyaman dengan nama Provinsi Jawa Barat. Malah bila ingin merubah menjadi Provinsi Sunda maka hal itu bisa menimbulkan gejolak. Padahal semua sudah sepakat untuk menjaga keutuhan dan kesatuan di wilayah Jawa Barat.
Legislator PDI-P Dapil VIII yang meliputi Kota/Kabupaten Cirebon dan Indramayu ini menerangkan, wacana perubahan nama ini belum masuk dalam pembahasan di DPR RI. Sebab hal tersebut baru sebatas wacana yang dimunculkan saat kongres Sunda, Senin lalu di Bandung.
“Belum sampai kepada pembahasan di DPR RI ini kan baru isu yang dimunculkan saat kongres Sunda kemarin,” ungkapnya.
Diingatkan Selly, pergantian nama ini akan membangunkan Singa dari tidurnya. Dia mengambil istilah tersebut, karena beberapa tahun lalu sudah ada usulan ke pemerintah pusat dan DPR-RI untuk membentuk Provinsi Cirebon.
















































































































Discussion about this post