KAB. CIREBON, (FC).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon terus melakukan inovasi dengan berbagai programnya. Hal tersebut dilakukan adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Cirebon.
Direktur RSUD Waled, dr H Mohammad Luthfi menjelaskan, dari sekian program, ada beberapa program RSUD yang sudah dilaksanakan, bahkan sudah berjalan, diantaranya adalah klaim BPJS yang sudah tepat waktu dan sudah memberikan kepastian untuk insentif tenaga medis.
Kemudian, kemarin program re-akreditasi rumah sakit pendidikan, dan RSUD Waled lulus dengan menyandang predikat paripurna sebagai rumah sakit pendidikan utama dari Kementrian Kesehatan.
Masih dikatakan dr Luthfi, kemudian proram talasemia dan tuberculosis resensi obat yang kemarin dilaunching sudah berjalan sehingga untuk pasien talasemia itu bisa mendapatkan pelayanan one day transfusion di RSUD Waled.
“Sekaligus kita (RSUD Waled) ditunjuk sebagai pusat screening talasemia dari kementrian kesehatan. Dan untuk kasus tuberkolosis resistensi obat sudah bisa dilakukan di RSUD Waled. Jadi untuk pasien tuberkolosis resistensi obat bisa ditangani di RSUD Waled,” ungkap dr Luthfi di kantornya, Selasa (27/9).
Lebih lanjut disampaikan dr Luthfi, program-program RSUD lain yang sudah terlaksana, diantaranya adalah pembuatan hotline IGD kebidanan. Sedangkan untuk yang on-progress ada beberapa, yang pertama untuk integrasi antrian online JKN mobile.
“Antrian mobile itu tujuannya supaya mengetahui jumlah kuota pasien yang dipoli dengan rujukan dari puskesmas, jadi secara sistem itu akan memudahkan peserta dan dokter untuk memantau jumlah pasien di UGD,” jelas dr Luthfi.
Kemudian, dalam jangka tiga bulan ini pihaknya akan mencoba launching elektronik medikal raport, hal tersebut tujuannya adalah untuk mempermudah dan mengetahui jejak rekam pasien, dan paling diuntungkan adalah sudah sistem online.
“Jadi rekam medikalnya sudah e-peper atau sudah online tidak pake rekam medik manual. Ini mempermudah, hanya upload-upload, tidak lagi foto kopi berkas-berkas manual,” katanya.
Selain itu, masih dikatakan dr Luthfi, secara sumber daya manusia dan alat yang dibutuhkan, RSUD Waled sudah memiliki semuanya, mulai dari konsultan hematologi dan memiliki alat elektroforesis HB atau yang lebih akurat.
“Daru rumah sakit se-wilayah III Cirebon, baru RSUD Waled yang mempunyai itu semua,” bebernya.
Di akhir, on-progress lainnya adalah antrian online dan elektronik medical report dan rencananya ingin membuat lobi rumah sakit.
“Kita belum memiliki lobi rumah sakit. Mudah-mudahan secepatnya kita mempunyai lobi dan nanti seperti rumah sakit-rumah sakit pada umumnya, ada customer servis dan humas serta lainnya,” pungkasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post