MAJALENGKA,
(FC).– Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan optimisme tinggi, bahwa Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati akan berkembang menjadi pusat industri Dirgantara Nasional.
Pernyataan ini disampaikannya usai menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (Perseroda) di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta.Berita Bandung Raya, Sabtu (18/7).
Menurut Eman, kerja sama strategis ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memperkuat pengembangan sektor kedirgantaraan dan kebandarudaraan, khususnya di wilayah Majalengka dan Jawa Barat secara keseluruhan.Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik
“Semoga sinergi ini mendorong kemajuan sektor kedirgantaraan, serta membawa dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah, baik di Majalengka maupun Provinsi Jawa Barat,” ujar Eman.
Pengembangan Kertajati sebagai kawasan industri dirgantara diyakini akan membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, sekaligus meningkatkan posisi Majalengka sebagai kawasan strategis nasional.
Ia menambahkan, keberadaan BIJB tidak hanya berfungsi sebagai pelayan penerbangan penumpang, melainkan berpotensi besar menjadi pusat aktivitas industri penerbangan yang menarik investor dalam maupun luar negeri.
Bagi Pemkab Majalengka, rencana ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Rebana. Eman berharap kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BIJB, dan PTDI berjalan lancar agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat.
Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia menilai Kertajati sangat ideal untuk dikembangkan menjadi Aerospace Industrial Zone berkat lahan yang luas, landasan pacu 3.000 meter, serta konektivitas yang baik dengan kawasan industri di Jawa Barat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan menjelaskan pemanfaatan Kertajati akan dimulai pada Agustus 2026. Tahap awal, bandara ini digunakan untuk uji terbang pesawat N219, pesawat tanpa awak jenis UAV MALE, serta mendukung kesiapan armada pesawat TNI.
Selanjutnya, PTDI akan membangun fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di atas lahan seluas 150–200 hektare. Kawasan ini nantinya mendukung empat bisnis utama: manufaktur pesawat, perawatan pesawat, aerostruktur, dan layanan rekayasa teknologi termasuk pengembangan pesawat tanpa awak.
Dalam jangka panjang, PTDI bahkan berencana memindahkan seluruh lini produksi pesawat N219 ke Kertajati. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mempermudah distribusi ke pasar internasional. (Munadi)







































































































Discussion about this post