KAB.CIREBON, (FC).- Harapan panjang masyarakat Desa Luwungkencana, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, untuk memiliki akses jalan yang lebih baik mulai menemukan titik terang.
Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, infrastruktur desa di wilayah perbatasan tersebut kini mulai dibenahi.
Desa Luwungkencana yang berada di ujung barat Kabupaten Cirebon dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Indramayu serta Kabupaten Majalengka selama ini menghadapi persoalan keterbatasan akses jalan.
Kondisi jalan yang rusak, terutama saat musim hujan, kerap menghambat aktivitas warga, mulai dari mobilitas pelajar, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian.
Melalui TMMD ke-129, pemerintah bersama TNI menghadirkan pembangunan jalan rigid beton sepanjang 663 meter yang dilengkapi penerangan jalan umum (PJU).
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Kuwu Desa Luwungkencana, Mustofa, mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat karena menjadi jalur vital dalam menunjang berbagai aktivitas warga.
“Jalan ini merupakan urat nadi masyarakat. Dengan pembangunan rigid beton dan penerangan jalan, kami berharap mobilitas warga semakin lancar, ekonomi meningkat, dan kualitas hidup masyarakat semakin baik,” ujar Mustofa, Sabtu (18/7).
Selain pembangunan jalan, TMMD ke-129 juga menyasar sejumlah program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di antaranya pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu), penyediaan sarana air bersih, pembangunan MCK umum dan MCK musala, serta penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
Tidak hanya itu, program TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti pelatihan keterampilan, penanaman ratusan bibit pohon, bantuan budidaya ikan lele sistem bioflok, hingga kegiatan yang menyasar bidang pendidikan dan kepemudaan.
Menurut Mustofa, kehadiran TMMD memberikan dampak positif bagi masyarakat karena pembangunan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mendorong kemandirian warga.
“TMMD membawa perubahan nyata bagi desa kami. Masyarakat tidak hanya mendapatkan infrastruktur, tetapi juga berbagai program yang mendukung peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Salah satu warga penerima manfaat program Rutilahu, Wartini, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
Rumah yang sebelumnya kurang layak kini mulai diperbaiki sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarganya.
Bagi masyarakat Luwungkencana, TMMD menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dan TNI dalam menjawab kebutuhan warga di wilayah perbatasan.
Pembangunan jalan, rumah layak huni, hingga berbagai program pemberdayaan menjadi langkah penting dalam membuka akses dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Melalui semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, TMMD ke-129 tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat harapan warga terhadap masa depan yang lebih baik. (Johan)







































































































Discussion about this post