KAB.CIREBON, (FC).- SMP Negeri 2 Gebang, Kabupaten Cirebon, menghadirkan inovasi kepedulian lingkungan melalui Program TERENYUM (Terima Sedekah Minyak Jelantah Untuk Mereka).
Program yang bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Cirebon ini mengajak warga sekolah mengubah limbah rumah tangga menjadi sedekah bernilai manfaat.
Peluncuran program tersebut berlangsung Jumat (17/7), sebagai langkah sekolah dalam membangun karakter siswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan jiwa sosial.
Kepala SMPN 2 Gebang, Hj. Heni Mulyana, mengatakan program tersebut mengajarkan bahwa menjaga lingkungan dan berbagi dapat dilakukan melalui hal sederhana.
“Kami ingin siswa belajar bahwa menjaga lingkungan dan berbagi bisa dilakukan melalui hal sederhana, seperti menyedekahkan minyak jelantah,” ujarnya.
Menurut Heni, meski SMPN 2 Gebang bukan sekolah yang ditunjuk sebagai percontohan Program TERSENYUM, pihaknya tertarik menerapkan program tersebut karena memiliki nilai edukasi dan manfaat yang besar.
Ia menilai, sedekah minyak jelantah menjadi alternatif yang lebih mudah dilakukan seluruh warga sekolah dibandingkan infak dalam bentuk uang.
“Walaupun bukan sekolah percontohan, kami sangat tertarik karena program ini memiliki manfaat besar bagi lingkungan dan pendidikan,” katanya.
Pada peluncuran perdana, antusiasme warga sekolah cukup tinggi. Sebanyak lima jerigen besar minyak jelantah berhasil dikumpulkan.
Jumlah tersebut menjadi awal bagi sekolah untuk terus meningkatkan partisipasi warga sekolah dalam program yang akan dilakukan setiap Jumat.
“Alhamdulillah, launching pertama berhasil mengumpulkan lima jerigen besar. Mudah-mudahan setiap Jumat jumlahnya semakin bertambah,” ungkap Heni.
Minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan dikelola menjadi bahan baku ramah lingkungan, seperti biodiesel maupun produk bernilai ekonomi lainnya. Hasil pengelolaan tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah.
Di antaranya, pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu, santunan anak yatim, kegiatan sosial, hingga pengembangan sarana ibadah dan fasilitas kebersihan sekolah.
“Harapan kami, manfaatnya kembali kepada siswa, baik melalui beasiswa maupun pengembangan fasilitas keagamaan di sekolah,” tambahnya.
Program TERSENYUM juga membawa empat nilai utama, yakni Go Healthy untuk membangun pola hidup sehat, Go Green dalam menjaga lingkungan, Go Berkah melalui budaya sedekah, serta Go Sustainable untuk membangun kebiasaan hidup berkelanjutan.
Selain pengumpulan minyak jelantah, program tersebut dilengkapi berbagai kegiatan edukasi, seperti pendidikan lingkungan, edukasi zakat dan kurban, pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin, urban farming, pelatihan public speaking, pesantren kilat, hingga kegiatan penelitian.
Penanggung Jawab Program TERSENYUM SMPN 2 Gebang, Akhmad Syaikhu, mengatakan ide penerapan program tersebut muncul saat sekolah berkoordinasi dengan BAZNAS Kabupaten Cirebon terkait program beasiswa siswa.
Menurutnya, minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah ternyata dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan baik.
“Sedekah tidak harus berupa uang. Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah pun bisa menjadi amal yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memberikan edukasi mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang, membiasakan siswa bersedekah dengan cara sederhana, serta memanfaatkan hasil pengelolaan minyak jelantah untuk kegiatan sosial dan keagamaan.
Pihak sekolah juga mengingatkan siswa agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan maupun menjualnya untuk diolah kembali menjadi minyak konsumsi yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Kami ingin siswa terbiasa mengumpulkan minyak jelantah daripada dibuang atau disalahgunakan. Ini bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan,” pungkas Akhmad.
Melalui Program TERSENYUM, SMPN 2 Gebang berharap mampu menjadi contoh sekolah yang menggabungkan pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan budaya berbagi untuk melahirkan generasi yang peduli, kreatif, serta berakhlak mulia. (Nawawi)








































































































Discussion about this post