KUNINGAN, (FC).- Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Melalui momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Kuningan menyambangi lima sekolah untuk memberikan edukasi pencegahan bullying dan kekerasan terhadap anak.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 Juli 2026 tersebut, menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran peserta didik agar mampu mengenali, mencegah, serta berani melaporkan berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Materi edukasi disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha UPTD PPA Kabupaten Kuningan, Euis Nurmala, bersama Konselor/Mediator UPTD PPA, Indah Wulansari, serta tim konselor lainnya.
Euis Nurmala mengatakan, MPLS menjadi momen penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa baru mengenai pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.
“Sejak awal masuk sekolah, siswa perlu dibekali pemahaman tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, penyimpangan seksual, hingga perundungan atau bullying yang masih menjadi persoalan di lingkungan pendidikan,” ujar Euis, Jumat (17/7).
Menurutnya, edukasi tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun keberanian siswa untuk bertindak ketika menghadapi maupun melihat adanya tindak kekerasan.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai hak-hak anak, bentuk-bentuk kekerasan, cara mencegahnya, hingga mekanisme pelaporan apabila menjadi korban atau mengetahui kejadian serupa.
“Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Karena itu, penting bagi siswa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami atau melihat tindakan kekerasan,” katanya.
Lima sekolah yang menjadi sasaran kegiatan edukasi tersebut yakni SMP Negeri 5 Kuningan, MTsN 7 Kuningan, SMP Negeri 1 Ciawigebang, SMK Negeri 4 Kuningan, dan SMA Negeri 1 Garawangi.
Euis berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kepedulian dan keberanian siswa dalam menciptakan budaya sekolah yang saling menghargai serta menolak segala bentuk perundungan.
“Pencegahan bullying bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terhadap anak.
Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan sejak awal tahun ajaran, UPTD PPA Kuningan berharap kesadaran pelajar terhadap perlindungan anak semakin meningkat sehingga kasus bullying maupun kekerasan di lingkungan pendidikan dapat ditekan sejak dini. (Angga)







































































































Discussion about this post