KAB.CIREBON, (FC).- Forum Wong Gebang Bangkit (FWGB) mendorong pihak investor China Construction First Group membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sekitar proyek pembangunan Footwear Manufacturing Plant di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua FWGB H. Tukijan bersama jajaran pengurus saat melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek EPC Project for a Footwear Manufacturing Plant, Minggu (19/7).
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat perkembangan investasi sekaligus memperoleh informasi terkait keberadaan perusahaan yang mulai beroperasi di wilayah Gebang.
H. Tukijan menegaskan, kedatangan FWGB bukan dalam rangka menolak investasi maupun mengatasnamakan seluruh masyarakat Gebang.
Menurutnya, forum hanya ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait rencana pembangunan serta dampak yang akan ditimbulkan.
“Kami datang untuk mengetahui langsung keberadaan investor yang masuk ke Gebang. Kami tidak mewakili seluruh masyarakat, tetapi ingin memastikan ada keterbukaan informasi yang bisa diterima warga,” ujar Tukijan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini FWGB belum mendapatkan komunikasi maupun sosialisasi resmi dari pihak perusahaan terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Kendati demikian, pihaknya memilih mengedepankan komunikasi dan tidak berprasangka negatif terhadap investor.
“Kami tidak berprasangka buruk kepada investor. Namun, sampai sekarang belum ada komunikasi secara langsung dengan forum kami,” katanya.
Menurut Tukijan, munculnya berbagai pembahasan mengenai proyek tersebut di media sosial menjadi alasan pentingnya komunikasi terbuka antara perusahaan dan masyarakat.
Hal itu diperlukan agar tidak muncul berbagai spekulasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
“Apa yang ramai dibicarakan di media sosial perlu diklarifikasi melalui komunikasi yang baik dengan pihak investor maupun pelaksana proyek,” ungkapnya.
FWGB, lanjut Tukijan, menyambut positif masuknya investasi ke wilayah Kecamatan Gebang.
Kehadiran perusahaan dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama apabila manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Kami bersyukur ada investor yang masuk ke Gebang. Harapannya, keberadaan perusahaan ini dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pihak perusahaan dapat membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga organisasi lokal.
Sosialisasi mengenai tujuan pembangunan, kontribusi perusahaan, serta peluang tenaga kerja lokal dinilai menjadi hal penting.
“Perusahaan perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk peluang kerja bagi warga lokal, agar investasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Gebang,” pungkasnya. (Nawawi)









































































































Discussion about this post