KAB. CIREBON, (FC).- RSUD Waled Kabupaten Cirebon berencana membuat ruang khusus jenazah Covid-19. Ini dilakukan guna mengantisipasi ketidakpahaman masyarakat terkait protap (prosedur tetap) pemulasaran jenazah di masa pandemi covid-19. Ruang tersebut diberinama Ruang Jenazah Infeksi.
Hal itu disampaikan Direktur RDUD Waled, dr. H Budi Setiawan Soenjaya kepada sejumlah awak media terkait adanya kedatangan sejumlah warga yang menuntut pulang paksa jenazah yang suspect covid-19, namun belum keluar hasil lab tes swabnya, Sabtu (24/10).
Menurutnya, masyarakat belum semua memahami terkait protap rumah sakit di masa pandemi covid-19, hingga muncul berbagai macam tuduhan fitnah mulai adanya rekayasa sampai meminta secepat mungkin hasil lab tes swab dikeluarkan.
Padahal, tidak seperti apa yang dibayangkan masyarakat seperti hasil diagnosa penyakit lainnya. Covid-19 merupakan virus baru yang bisa menyerang siapa saja, dan akan terpapar baik dengan gejala maupun tanpa gejala.
“Mengedukasi masyarakat perlu jangka waktu panjang soal covid-19, protap dari Kemenkes tidak harus menunggu ada gejala batuk pilek saja, penyakit lainpun bisa, seperti banyak ditemukan pada anak-anak dengan gejala mencret,” ungkapnya.
Dijelaskan Budi, banyak warga menduga orang sakit dengan gejala lain, namun tiba-tiba divonis covid-19. Banyak diantaranya pasien yang datang dengan gejala lain tetapi ketika dilakukan cek paru gambaran hasil ronsen ditemukan gejala pnoumonia. Maka tindakan prefentif yang dilakukan harus dilakukan tes swab.
“Perlu masyarakat ketahui juga bila rumah sakit tidak melakulan tindakan prefentif dengan melaksanakan protap covid, dan ternyata pasien positif covid-19, maka rumah sakit akan kena sanksi undang-undang wabah, dan pembiayaan BPJS nya akan di close,” jelas Budi















































































































Discussion about this post