KAB.CIREBON, (FC).- RSUD Waled terus memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Sejumlah inovasi layanan dikembangkan, mulai dari Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) hingga penguatan layanan kebidanan spesialis fetomaternal.
Direktur RSUD Waled, Deni Wirhana Surjono, mengatakan pengembangan dilakukan secara terarah berdasarkan peta jalan yang telah disusun.
Rumah sakit ini juga ditunjuk sebagai salah satu pelaksana program prioritas nasional di bidang kesehatan.
“Setiap langkah sekarang acuannya sudah jelas. Kita sudah punya roadmap pengembangan. Ini bagian dari proses panjang yang sudah dibangun sejak lama,” ujarnya, Jumat (27/3).
Ia menjelaskan, penguatan tidak hanya dilakukan pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Sejak awal berdiri, RSUD Waled menempatkan pengembangan SDM sebagai fondasi utama, mulai dari pendidikan hingga pelatihan tenaga kesehatan, termasuk ke luar negeri.
Saat ini, RSUD Waled memasuki fase pengembangan berkelanjutan dengan peningkatan kompetensi dokter spesialis dan subspesialis.
“SDM terus bergerak, ada yang sedang pendidikan, ada yang kembali, dan ada juga yang berangkat lagi. Ini siklus berkelanjutan,” jelasnya.
Salah satu program strategis yang tengah dipercepat adalah Pelayanan Jantung Terpadu (PJT).
Layanan ini dirancang mencakup penanganan komprehensif penyakit jantung, mulai dari kondisi darurat, tindakan intervensi, hingga operasi bedah jantung.
RSUD Waled menargetkan layanan tersebut mulai optimal dalam waktu dekat, dengan peluncuran resmi direncanakan pada Juni 2026.
“Ke depan, seluruh penanganan jantung akan terintegrasi di sini, dari pasien datang hingga operasi bisa dilakukan di RSUD Waled,” tegasnya.
Selain itu, pengembangan layanan cath lab juga tengah disiapkan untuk penanganan penyumbatan pembuluh darah pada jantung dan otak tanpa operasi besar. Teknologi ini dinilai lebih cepat dan minim risiko.
Di sektor lain, layanan fetomaternal menjadi salah satu unggulan dalam menangani kehamilan berisiko tinggi dan kasus kompleks pada ibu serta janin.
“Kasus-kasus kompleks pada ibu dan janin bisa ditangani di sini,” ungkapnya.
Dengan berbagai penguatan tersebut, RSUD Waled kini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga menjadi rumah sakit rujukan serta pusat pelatihan tenaga medis dari berbagai daerah.
Dari sisi pengembangan, RSUD Waled masih memiliki cadangan lahan sekitar 2,7 hektare. Namun, sejumlah bangunan lama membutuhkan revitalisasi agar sesuai standar pelayanan terbaru, termasuk ketentuan BPJS Kesehatan.
“Kami sedang mengajukan dukungan anggaran ke pemerintah daerah dan provinsi untuk pengembangan gedung dan ruang perawatan,” katanya.
Melalui langkah strategis ini, RSUD Waled menargetkan diri sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Kabupaten Cirebon, bahkan Jawa Barat.
“Kami ingin masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat. Layanan unggulan bisa diakses di sini,” pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post