KAB.CIREBON, (FC).- Ribuan warga Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi ziarah Syawal ke makam Sunan Gunungjati, Minggu (5/4).
Kegiatan tahunan tersebut diawali dengan doa bersama di depan kantor desa, sebelum rombongan berangkat menuju makam Sunan Gunungjati dan Ki Gede Jungjang.
Selama perjalanan, rombongan mendapat pengawalan dari Babinsa dan perangkat desa guna memastikan kelancaran dan keselamatan hingga tiba di lokasi.
Kuwu Desa Jungjang Wetan, Jahuri, mengatakan tradisi ziarah Syawal merupakan warisan budaya yang terus dilestarikan masyarakat setiap tahun.
“Ini sudah menjadi tradisi dan adat warga kami setiap bulan Syawal,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, warga terlebih dahulu melaksanakan tahlil di makam Sunan Gunungjati, kemudian dilanjutkan ziarah ke makam Ki Gede Jungjang.
Menurut Jahuri, kegiatan tersebut tidak sekadar rutinitas, tetapi memiliki makna spiritual sebagai pengingat akan kematian dan pentingnya meningkatkan keimanan.
“Ziarah ini untuk mengingatkan kita agar selalu ingat kepada Allah SWT dan menjauhi perbuatan maksiat serta kesombongan,” jelasnya.
Selain itu, ziarah juga menjadi sarana pembelajaran sejarah serta meneladani ajaran para wali dalam menyebarkan Islam.
Ia menambahkan, tradisi tersebut dinilai mampu memperkuat spiritualitas masyarakat di tengah tantangan kehidupan modern.
Jahuri berharap kegiatan ziarah Syawal dapat terus dilestarikan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik secara sosial maupun spiritual.
“Kami berharap tradisi ini mempererat kebersamaan warga serta membawa kebaikan dan kesejahteraan bagi desa,” pungkasnya. (Johan)














































































































Discussion about this post