
Syahduddi juga mengakui belum mengetahui apakah benda diduga mortir itu masih aktif atau tidak.
Selain itu, pihaknya juga belum bisa memastikan mengenai daya ledak dari ratusan benda diduga mortir tersebut.
“Tapi memang sudah berkarat, diduga peninggalam dari zaman perang dulu,” ujar M Syahduddi.
Ia mengatakan, jumlah benda yang ditemukan di sekitar kawasan pertambangan bahan baku semen itu mencapai 500-an buah.
Syahduddi belum dapat memastikan nantinya apakah benda diduga mortir itu akan diledakkan (disposal) di lokasi penemuan atau dievakuasi ke tempat lain.
“Untuk tindakan itu tergantung hasil penelitian dari petugas Unit Jibom,” kata M Syahduddi.
Saat ini, sejumlah petugas gabungan Polresta Cirebon dan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar telah disiagakan di lokasi penemuan mortir.
Para petugas tampak mengenakan peralatan lengkap dari mulai helm, rompi, dan senjata laras panjang. (Suhanan)














































































































Discussion about this post