KOTA CIREBON, (FC).- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon mengumumkan bahwa operasional perjalanan kereta api di wilayahnya mulai berangsur normal pasca gangguan akibat insiden rintang jalan yang dialami KA Argo Bromo Anggrek pada 1 Agustus 2025 lalu.
Hingga Selasa (5/8) pukul 00.15 WIB, tercatat 153 kereta api berangkat dan tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 3 Cirebon, dengan ketepatan waktu mencapai 85% atau sebanyak 131 KA.
Sementara 22 KA lainnya mengalami keterlambatan rata-rata 30 menit.
“Ketepatan waktu akan kembali normal secara bertahap karena saat ini jalur rel hanya bisa dilalui dengan kecepatan 60 km/jam,” ujar Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin pada Rabu (6/8).
Sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidaknyamanan pelanggan, KAI memberikan kebijakan pengembalian bea tiket (refund) 100% untuk perjalanan yang terdampak pada 1–3 Agustus 2025.
Refund diberikan bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan lebih dari satu jam, menolak perubahan rute, tidak bisa melanjutkan perjalanan, atau menolak moda pengganti yang ditawarkan.
Mulai Senin (4/8) pukul 14.00 WIB, pelanggan dapat mengajukan refund secara mandiri tanpa harus datang ke stasiun, baik melalui Contact Center 121 di nomor 021-121 maupun fitur VoIP di aplikasi Access by KAI. Pembatalan tiket dapat dilakukan maksimal 7×24 jam dari jadwal keberangkatan.
Adapun pengembalian bea dilakukan penuh (100% dari harga tiket tanpa biaya pemesanan), baik tunai di loket stasiun online maupun melalui transfer bank.
Pelanggan yang mengajukan refund via Call Center wajib menyiapkan kode booking, NIK, nama penumpang, nomor rekening, nomor telepon aktif, dan alamat email.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terus melakukan evaluasi agar operasional semakin andal. Terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan yang tetap mempercayakan perjalanannya kepada KAI,” pungkas Muhibbuddin. (Agus)















































































































Discussion about this post