KAB. CIREBON, (FC).- Petugas gabungan dari TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cirebon mendatangi komplek Makam Sunan Gunung Jati, yang berada di Gunung Sembung Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.
Kedatangan tim gabungan tersebut sebagai upaya tindak lanjut dari penertiban yang berada di komplek wisata religi makam sunan gunung jati yang sangat meresahkan para pengunjung atau peziarah.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar didampingi Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon Imam Ustadi menjelaskan, penertiban tersebut guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peziarah yang hendak melakukan wisata religi ke Makam Sunan Gunung Jati, Selasa (05/08)
Sangat disayangkan sekali ketika rombongan petugas berada di komplek makam tersebut, tidak satu penjaga sumbangan kotak amal dan para pengemis atau minta minta, hanya kotak amal sodakoh saja. Mereka ditinggalkan oleh penunggu kotaknya amal yang memilikinya
“Kami Polres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, didampingi Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon Imam Ustadi, Camat gunung jati dan perwakilan Kodim yang melakukan pengecekan langsung tidak menemukan para peminta sumbangan modus kotak sodakoh di daerah tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Cirebon akan Tindak Pengemis di Makam Sunan Gunungjati
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penertiban dan pembinaan yang sudah dilakukan selama satu minggu terakhir.
Fokus utama yang dilakukan saat ini melakukan pembinaan terhadap berbagai unsur yang ada di sekitar area makam, termasuk pengurus makam, pihak keamanan lokal, serta warga yang meminta-minta (mengemis) di kawasan makam Sunan Gunung Jati.
“Kami ingin memastikan kondisi di Komplek Makam Sunan Gunung Jati semakin tertib dan nyaman tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tapi juga menghormati nilai-nilai religi dari kawasan ini,”ucapnya.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan pengunjung termasuk yang viral di media sosial terkait maraknya pengemis yang terorganisir, termasuk anak-anak yang dinilai mengganggu kenyamanan peziarah.
“Ada indikasi praktik permintaan sedekah yang dikondisikan dan secara paksa kepada para peziarah bahkan melibatkan anak-anak dari luar daerah ini tentu kami tindak tegas karena melanggar hukum dan mencoreng citra objek wisata religi di Cirebon ini,”pungkasnya. (Johan)




















































































































Discussion about this post