KOTA CIREBON – Jebolnya pipa jaringan distribusi utama (JDU) di kawasan Plangon pada Kamis (5/2) dini hari mengganggu suplai air bersih di Kota Cirebon.
PDAM Kota Cirebon bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
Sebanyak tiga tangki dikerahkan dari PDAM Kota Cirebon.
Bantuan tambahan masing-masing satu tangki datang dari Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu.
Dukungan juga mengalir dari BPBD, DPRKP, Damkar, serta sejumlah dinas di lingkungan Pemkot Cirebon.
Distribusi air darurat difokuskan untuk pelanggan terdampak, terutama rumah sakit dan objek vital lainnya.
Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sopyan Satari, mengakui kebocoran pipa tersebut berdampak luas.
Ia menyebut sekitar 30 ribu dari total 77 ribu pelanggan mengalami gangguan, mulai dari tekanan air kecil hingga tidak mengalir sama sekali.
Ia menjelaskan, titik kebocoran telah berhasil diidentifikasi petugas di lapangan.
Saat ini perbaikan difokuskan pada penanganan teknis di lokasi pipa yang rusak.
“Titik pipa yang bocor sudah terlihat. Kami fokus pada proses penanganan. Jika cuaca mendukung, estimasi perbaikan bisa selesai dalam satu sampai dua hari,” ujar Sopyan.
Ia memperkirakan proses normalisasi aliran air ke seluruh pelanggan membutuhkan waktu hingga satu pekan. (red/FC)














































































































Discussion about this post