KOTA CIREBON, (FC).- Grage City Mall (GCM) pada Sabtu (16/5) dipenuhi dengan ratusan orang berbusana tradisional.
Sebanyak 500 penari dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, (Ciayumajakuning) berkumpul untuk melakukan aksi menari kolosal secara serentak di dua area sekaligus, yaitu area dalam (indoor) dan area luar (outdoor) mall.
Pergelaran seni akbar ini diselenggarakan khusus dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia melalui sebuah event yang bertajuk “Caruban Jejogedan”.
Aksi budaya ini diinisiasi oleh para pelaku seni tari Cirebon yang tergabung dalam Sanggar Tari Dewata Soentja, serta mendapatkan dukungan penuh dari manajemen Grage City Mall dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon.
Pagelaran acara ini mengusung misi utama untuk mendekatkan masyarakat luas dengan pesona dan keindahan tari tradisional Nusantara.
Tidak sekadar menjadi penonton pasif, masyarakat yang hadir di Grage City Mall juga diajak untuk berpartisipasi dan menari bersama di lokasi acara.
Melalui keterlibatan langsung ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan keindahan sekaligus kekayaan warisan budaya tari yang dimiliki Indonesia. Kekayaan koreografi yang disuguhkan pun sangat beragam.
Panggung “Caruban Jejogedan” tidak hanya menampilkan Tari Topeng yang merupakan tari asli asal Kota Cirebon, tetapi juga menyajikan berbagai tarian tradisional populer lainnya seperti Jaipong, Tari Merak, Tari Sintren, hingga Tari Ronggeng.
Salah satu elemen paling dinantikan dan luar biasa dalam event ini adalah penampilan dari 3 penari khusus.
Mereka akan melangsungkan aksi marathon menari selama 10 jam tanpa henti, dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga berakhir pada pukul 20.00 WIB.
Aksi daya tahan fisik dan seni ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi tertinggi serta wujud nyata rasa cinta budaya dari para pelaku tari di Ciayumajakuning.
Guna menjaga dinamika panggung selama kurun waktu 10 jam tersebut, panggung juga akan diselingi oleh penampilan seni tari secara bergantian, baik dari penari tunggal maupun kelompok (group) yang mewakili berbagai sanggar tari di seluruh wilayah Ciayumajakuning.
Direktur Utama PT. Kreasi Akar Sembilan mewakili Grage City Mall, Radite A.H. Soewondopranoto, menyampaikan, keterlibatan Grage City Mall dalam event ini merupakan komitmen jangka panjang mall dalam mendukung ruang kreatif lokal.
“Kami memang sangat terbuka bagi para pelaku seni budaya ataupun komunitas lain yang memang membutuhkan tempat untuk berkreasi. Hal-hal positif seperti ini akan selalu kami dukung dan kami sediakan tempat sehingga secara langsung juga memajukan dan melestarikan budaya khususnya di Kota Cirebon ini. Harapan lebih luasnya adalah mengharumkan nama Kota Cirebon di mata negara juga dunia,” katanya.
Aktivasi ruang publik di Grage City Mall terus berjalan secara konsisten.
Sebelum “Caruban Jejogedan” digelar pada bulan Mei ini, Grage City Mall telah sukses melaksanakan event Festival Literasi pada bulan April 2026 lalu, yang didukung penuh oleh Bunda Literasi Kota Cirebon, Ibu Noviyanti Edo.
Rangkaian acara ini menjadi jembatan menuju perayaan yang lebih besar.
Radite menambahkan bahwa Grage City Mall akan merayakan hari jadinya yang ke-12 pada bulan Juni mendatang.
Pada momen ulang tahun tersebut, mall akan mengangkat tema besar seputar tentang kolaborasi seperti, kolaborasi seni budaya serta kuliner khas Cirebon.
“Kami akan mengundang kumpulan komunitas dari anak-anak bangsa dengan suguhan karya-karya
yang patut dibanggakan. Inilah bukti bahwa kami sangat ingin berkomitmen menjadi tempat yang
nyaman dan menyenangkan untuk para komunitas dari berbagai bidang dan usia. Karena Grage City
Mall adalah tempat berolahraga, berkreasi, belajar dan terkoneksi dengan komunitas,” tambah Radite. (Agus)















































































































Discussion about this post