KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, bersama sejumlah instansi dan elemen masyarakat menggelar aksi gotong royong membersihkan Sungai Asam Jajar, Minggu (17/5).
Pembersihan dilakukan karena aliran sungai dipenuhi enceng gondok dan kangkung liar yang dinilai menghambat aliran air untuk kebutuhan pertanian warga.
Pelaksana Tugas Kuwu Desa Surakarta, Mita Royani, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menjaga kebersihan sungai sekaligus memperlancar saluran irigasi bagi para petani.
“Dalam rangka kebersihan Sungai Asam Jajar, karena para petani juga membutuhkan aliran air agar tidak terhambat. Sungainya juga jadi bersih, karena sebelumnya dipenuhi enceng gondok dan kangkung liar,” ujar Mita Royani.
Menurut dia, pembersihan dilakukan di sepanjang sekitar 500 meter aliran sungai yang berada di wilayah Desa Surakarta. Material hasil pembersihan kemudian diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kalau muatan pengangkut tidak mampu, sementara ditaruh di samping dulu sambil dikeringkan,” katanya.
Mita mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, mulai dari Dinas PUTR, BPBD, DLH, organisasi kepemudaan Bringaz, perangkat RT/RW, hingga masyarakat Desa Surakarta.
Kegiatan gotong royong itu mengusung tema “Jaga Kali Lan Jaga Silaturahmi”.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut membantu. Semoga ke depan kita bisa bersama-sama menjaga sungai ini, karena aliran sungai sangat penting bagi para petani,” ucapnya.
Ia menambahkan, setelah pembersihan enceng gondok selesai dilakukan, Dinas PUTR direncanakan akan melaksanakan normalisasi Sungai Asam Jajar pada bulan depan.
“Insya Allah bulan depan ada rencana dari Dinas PUTR untuk membersihkan dan mengeruk Sungai Asam Jajar ini,” katanya.
Selain itu, pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Menurut Mita, desa telah menyediakan tempat sampah dan melakukan sosialisasi kepada warga.
“Sudah ada himbauan juga agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya,” tuturnya.
Sungai Asam Jajar menjadi saluran air vital bagi area pertanian di sejumlah desa, di antaranya Desa Purawinangun, Desa Muara, Desa Karangreja, Desa Keraton, hingga Desa Sirnabaya.
“Perairannya sangat bermanfaat bukan hanya untuk Desa Surakarta, tetapi juga desa-desa lain,” pungkasnya. (Johan)












































































































Discussion about this post