KUNINGAN, (FC).‐ Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan menggelar nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi” di lingkungan kampus, Jumat (15/5).
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 mahasiswa itu berlangsung tertutup dan hanya diperuntukkan bagi internal kampus.
Presiden Mahasiswa UNISA Kuningan, Muhammad Syaeffuloh Rohman, mengatakan pemutaran film dilakukan karena muncul rasa penasaran mahasiswa setelah film dokumenter tersebut ramai diputar di sejumlah daerah dan sempat menuai polemik.
“Kami mengadakan nobar ini karena melihat banyaknya pemutaran film Pesta Babi di berbagai daerah. Rasa ingin tahu kami muncul ketika ada beberapa pemutaran yang dibubarkan. Tapi alhamdulillah di Kuningan kegiatan berjalan kondusif,” ujarnya usai kegiatan.
Menurut dia, kegiatan nobar sengaja tidak dibuka untuk umum karena persiapan dilakukan secara mendadak dan mempertimbangkan faktor perizinan.
“Untuk hari ini hanya internal mahasiswa UNISA saja. Kalau dibuka untuk umum tentu perlu perizinan juga,” katanya.
Selain pemutaran film, panitia juga membuka donasi sukarela bagi peserta. Dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan untuk membantu pengungsi di Papua.
“Sifatnya sukarela, tidak diwajibkan. Dari sekitar 30 peserta, sementara terkumpul sekitar Rp156 ribu,” ucapnya.
Syaeffuloh menjelaskan, film dokumenter tersebut membahas persoalan Program Strategis Nasional (PSN), pembukaan lahan, serta dampaknya terhadap masyarakat adat dan lingkungan di Papua.
Karena itu, pihaknya berencana menggelar diskusi lanjutan agar pembahasan isu dilakukan lebih mendalam dan berbasis data.
“Kalau ada perbedaan pandangan atau kritik terhadap film ini, ya harus dibahas juga dengan data. Makanya nanti kami ingin ada diskusi lanjutan,” tuturnya.
Ia menilai setiap proyek pembangunan, termasuk program strategis nasional, perlu dikaji secara objektif agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
“Setiap pembangunan harus benar-benar dilihat dampaknya. Jangan sampai hanya menguntungkan pihak tertentu, sementara masyarakat terdampak tidak diperhatikan,” pungkasnya. (Angga)











































































































Discussion about this post