KUNINGAN, (FC).- Presiden Mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan, Muhammad Syaefulloh Rohman, menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Strategis Nasional (PSN) usai kegiatan nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi” di lingkungan kampus, Jumat (15/5).
Dalam keterangannya, Syaefulloh menilai program MBG masih menyisakan persoalan, terutama terkait penggunaan istilah “gratis” yang menurutnya perlu dipahami secara lebih terbuka oleh masyarakat.
“Menurut saya MBG ini salah satu program yang sangat membohongi masyarakat. Disebut gratis, padahal anggarannya berasal dari APBN yang sumbernya juga dari uang pajak masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurut dia, anggaran negara yang digunakan untuk menjalankan program tersebut berasal dari kontribusi masyarakat melalui pajak sehingga program itu dinilai tidak sepenuhnya gratis.
“Ketika masyarakat bekerja dan membayar pajak, lalu anggaran itu dialokasikan ke APBN dan dijadikan program MBG, menurut saya itu bukan sepenuhnya gratis,” katanya.
Selain menyoroti program MBG, Syaefulloh juga menyinggung pembangunan dalam kerangka Program Strategis Nasional (PSN), termasuk proyek pembangunan KAMP yang menurutnya masih perlu dikaji dari sisi dampak jangka panjang terhadap masyarakat.
“Soal ketidakmerataan pembangunan memang perlu dipertanyakan kembali. Tapi karena ini masih tahap pembangunan, saya juga belum bisa menilai apakah nanti benar-benar menjadi solusi atau tidak,” tuturnya.
Ia menilai masyarakat perlu mengawasi secara objektif berbagai program pembangunan pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“Kita lihat saja ke depannya apakah benar-benar bermanfaat untuk masyarakat atau tidak,” pungkasnya.
Kegiatan nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi” sendiri digelar secara tertutup dan hanya diikuti mahasiswa internal UNISA Kuningan. Selain pemutaran film, mahasiswa juga menggelar diskusi terkait isu pembangunan, kebijakan pemerintah, dan dampaknya terhadap masyarakat. (Angga)











































































































Discussion about this post