KAB.CIREBON, (FC).- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, resmi menghentikan program permohonan bantuan pembangunan gedung atau yang dikenal dengan “amplopisasi” menyusul polemik di tengah masyarakat.
Ketua PGRI Kecamatan Ciledug, Surkim, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk meredam kegaduhan, khususnya di kalangan orang tua siswa.
“Kami secara resmi menghentikan program amplopisasi untuk pembangunan gedung PGRI,” ujar Surkim, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, program tersebut awalnya bertujuan mendukung penyelesaian pembangunan gedung PGRI. Namun, dinamika yang berkembang dinilai tidak lagi kondusif.
“Tujuannya untuk kepentingan bersama, tetapi karena situasi berkembang dan menimbulkan polemik, maka kami hentikan,” katanya.
Surkim berharap, keputusan ini dapat meredakan polemik yang terjadi, baik di masyarakat maupun di kalangan guru.
“Kami berharap kondisi bisa kembali kondusif dan tidak ada lagi kesalahpahaman,” ujarnya.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa dan guru yang terdampak kebijakan tersebut.
“Kami mohon maaf apabila program ini menimbulkan ketidaknyamanan. Tidak ada niat negatif dari kami,” tuturnya.
Ia mengimbau seluruh pihak untuk tidak memperpanjang polemik serta tidak menyudutkan individu maupun lembaga tertentu.
“Semoga suasana kembali kondusif dan semua pihak bisa saling memahami,” pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post