MAJALENGKA, (FC),- Sebangak 12 warga Kampung Muara Desa Wanasalam Kecamatan Ligung, yang biasa melakukan pekerjaan menggali liang lahat atau penggali kubur, pada senin (30/12) mendapat bantuan beras dari Polres Majalengka.
Pemberian bantuan beras ini sebagai bentuk apresiasi Polres Majalengka kepada warga Kampung Muara Desa Wanasalam yang telah suka rela melakukan pekerjaan membuat liang lahat untuk pasen meninggal yang diduga positif covid 19.
Pemberian kadeudeuh kepada ke 12 penggali kubur tersebut berlangsung di Balai Kampung Muara dengan disaksikan oleh pamong desa setempat.
Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso melalui Kapolsek Ligung Iptu Umang Suwarsa mengatakan, pemberian beras ini sebagai bentuk apresiasi Polres Majalengka kepada Masyarakat Kampung Muara yang secara sukarela melakukan pekerjaan mulia yakni menggali liang lahat untuk pasen meninggal yang diduga positif covid 19 pada Sabtu malam kemarin.
“Kami atas nama Kapolres Majalengka memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada masyarakat yang dengan iklas meluangkan waktunya ditengah malam bekerja membuat liang lahat. Semoga pekerjaan mulia ini tetap terus di pelihara dan bisa dicontoh bagi desa desa yang lain.” Ujar Kapolsek Umang, seusai menyerahkan bantuan beras.
Dikatakan Kapolsek Umang, dirinya sangat terharu atas ketulusan hati masyarakat Kampung Muara. Ternyata budaya gotong royong dan saling bantu masih terpelihara di Kampung Muara.
“Bantuan beras ini sebagai bentuk kadeudeuh dan penghargaan dari Polres Majalengka untuk masyarakat yang telah mendukung dan membantu penguburan pasen meninggal yang diduga positif covid 19.” Pungkas Iptu Umang
Di tempat yang sama Midianto, perwakilan dari penggali kubur, mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Majalengka yang telah memberikan kadeudeuh berupa bantuan beras. Baginya membantu sesama apalagi membantu kepada tetangga yang sedang kena musibah adalah sebuah panggilan jiwa dan sebuah kewajiban.
“Diminta atau tidak diminta, membantu pemakaman almarhum adalah sebuah kewajiban bagi kita yang masih hidup alias fardhu kifayah, baik meninggal akibat covid 19 ataupun sebab lain. Karena mengurus jenazah adalah kewajiban yang harus kita jalankan oleh kita kita yang masih hidup,” ujar Midi panggilan akrabnya. (Munadi)













































































































Discussion about this post