Oleh: Achmad Salim
Ketua Qohuwa Buntet Pesantren.
Permasalahan lingkungan menjadi perhatian khusus yang harus dihadapi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, akibat tingginya tingkat aktivita industri. Aktivitas industri tersebut tidak diiringi dengan kepekaan industri terhadap keberlanjutan lingkungan. Tentunya kegiatan industri ini dapat menghasilkan bahan toksik terhadap lingkungan dan berdampak negatif terhadap komponen lingkungan lainnya.
Perlu diketahui bahwa pencemaran yang muncul dari polusi industri ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan. Polusi air berupa limbah industri menjadi salah satu faktor terbesar dalam pencemaran lingkungan. Selain itu, polusi udara juga merupakan dampak negatif dari tingginya aktivitas industri sehingga menyebabkan penurunan kualitas udara yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Data survei dampak polus industri menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diidentifikasi bahwa polusi udara sebagai risiko kesehatan lingkungan terbesar. Pada tahun 2020 lebih dari belasan negara telah melewati ambang batas polusi udara yang telah ditetapkan WHO dan 80% industri skala besar di daerah perkotaan negara berkembang juga menyebabkan tingkat kualitas udara menurun akibat pesatnya pertumbuhan industri.
Indonesia tercatat termasuk 20 negara yang memiliki penurunan kulitas udara. Sementara itu beberapa negara berkembang yang memiliki dampak polusi industri teratas pada tahun 2020 adalah Bangladesh, Pakistan, India dan Afganisthan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri memberikan kontribusi yang siginifikan terhadap permasalaha lingkungan.
Kegiatan industri yang meningkat memberikan dampak pada udara, air dan tanah yang tercemar. Pencemaran lingkungan, bukan hanya akan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang ada sekarang, namun juga mengancam kelangsungan lingkungan hidup kelak.
Oleh karena itu, sebagai pelaku industri yang baik, berhak dan wajib berperan aktif dalam menunjukkan keseriusan mengurangi permasalahan lingkungan dan kerusakan sumber daya alam dengan mempertimbangkan sustainable rescource management. Tuntutan tanggung jawab untuk memperhatikan dampak lingkungan menjadi tantangan perusahaan pada industri dalam menghadapi ekonomi global saat ini.
Munculnya berbagai tuntutan dari pemangku kepentingan menjadi tekanan tersendiri bagi perusahaan. Tekanan tersebut akan mendorong perusahaan menerapkan praktik lingungan dalam aktivitas bisnisnya serta memasukkan strategi lingkungan ke dalam strategi perusahaan.
Beberapa tekanan yang dimaksud dapat berasal dari: Pertama, pemerintah dengan meningkatkan peraturan lingkungan yang lebih tinggi yang dapat bersifat ”memaksa” perusahaan untuk mengalokasikan biaya lingkungan sebagai bagian biaya yang harus diperhatikan perusahaan, dan lebih jauh lagi untuk memperhatikan kinerja lingkungan.
Kedua, dapat berasal dari tekanan yang bersifat meniru perusahaan lain, di antaranya dari diterapkannya sistem manajemelingkungan pada perusahaan industri profil tinggi dalam kepedulian terhadap lingkungan.
Ketiga, tekanan dapat juga berasal dari dalam perusahaan dengan tumbuhnya kesadaran internal perusahaan untuk memperhatikan lingkungan
Biaya Lingkungan
Dari ketiga contoh tekanan tersebut, akan menunjukkan adanya perhatian bersama dari para pemangku kepentingan terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan. Tekanan yang muncul diharapkan direspons perusahaan dengan memperhatikan dampak lingkungan, paling tidak perusahaan mengalokasikan biaya lingkungan yang merupakan elemen kunci perusahaan untuk meningkatkan kepedulian dan kinerja lingkungan.
Terlebih dunia sedang berada di kondisi pandemik karena adanya wabah Covid-19. Saat krisis pandemi seperti ini, ternyata beberapa perusahaan tidak menghentikan fokus pada keberlanjutan.Masih terdapat beberapa industri yang mendeklarasikan keberlanjutan. Beberapa alasan perusahaan masih fokus terhadap isu keberlanjutan pada saat kondisi krisis pademik seperti sekarang ini adalah: Pertama, corporate sustainability merupakan evolusi yang memerlukan waktu jangka panjang, yang artinya jika perusahaan fokus pada keberlanjutan akan mengubah struktur perusahaa jauh beberapa tahun ke depan.
Kedua, pentingnya keberlanjutan untuk pemangku kepentingan seperti calon investor, pemegang saham dan sebagainya merupakan bukti perusahaan mempunyai sistem manajemen lingkungan yang berpengaruh terhadap investasi ke depan.
Ketiga, adalah alasan green recovery, yaitu membangkitkan kembali perekonomian dunia dari akibat Covid-19 serta membantu memulihkan kondisi perusahaan dengan protokal kesehatan. Terakhir adalah alasan memperbaiki operasional yang lebih efisien.Beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan dalam fokus terhadap keberlanjutan adalah: Pertama, memperbaiki cara operasi dengan meminimalkan risiko atas dampak bisnis terhadap mutu lingkungannya, yaitu dengan menentukan pilihan kontijen yang terbaik dengan menerepkan re-think, re-use, reduce, recycle sehingga terjaganya keselarasan antara planet, sosial dan finansial perusahaan dengan memperhatikan sisi eco-green.
Kedua, penerapan teknologi yang lebih bersih dan menerapkan green recoveryyang dapat menurunkan timbulnya limbah dan emisi. Hal itu dapat berdampak positif dalam meningkatkan layanan ramah lingkungan dan penyediaan produk ramah lingkungan.
Dengan demikian, perusahaan dapat mempertahankan keunggulan kompetitif berupa corporate responsiveness toward sustainability issues. Ketiga, sekali lagi masih terkait dengan pemerintah sebagai regulator dapat menerapkan skema pengawasan pemerintah yang dilakukan secara berkala baik langsung maupun tidak langsung. Pengawasan pemerintah sebagai regulator menjadikan transparansi laporan berkelanjutan menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Tentu menjadi harapan kita bersama, industri bahkan kita sebagai individu lebih peduli dengan lingkungan.Apabila berbagai pihak bisa saling bekerja sama dan berkolaborasi maka insya Allah ke depan industri di Indonesia akan semakin maju, terutama terkait dengan kepedulian terhadap lingkungan menjadi semakin meningkat. Akan terjadi keseimbangan pencapaian keuntungan serta tanggung jawab lingkungan dan sosial. Ingat, kita mengemban tugas mulia sebagai khalifah di bumi, untuk mengurus dan melestarikan alam.Kita mengambil manfaat dari alam, tetapi tetap menjaga kelestariannya.***


















































































































Discussion about this post