KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terus mendorong pelestarian budaya lokal melalui penataan ruang publik yang mengedepankan arsitektur tradisional khas Cirebon.
Kawasan Balai Kota kini tampil lebih estetis dengan sentuhan bata merah, candi bentar, dan ornamen budaya yang merepresentasikan identitas kota udang.
Transformasi visual Balai Kota Cirebon tak hanya memperindah lanskap perkotaan, namun juga menjadi simbol kebangkitan nilai-nilai budaya yang kian dikedepankan dalam pembangunan daerah.
“Upaya ini bukan semata mempercantik wajah kota, tapi juga menghidupkan kembali warisan budaya dalam bentuk yang lebih fungsional dan edukatif,” ujar Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Rabu (9/7).
Penataan ulang dimulai dari pagar depan Balai Kota yang kini dipercantik dengan bata merah dan ornamen candi bentar, menggambarkan ciri khas arsitektur Cirebon tempo dulu.
Dinding-dinding yang dulunya terlihat kusam kini tampil segar, dengan pola yang menggambarkan narasi sejarah dan kebesaran budaya lokal.
Tak hanya itu, dua tugu udang berwarna emas kini berdiri megah sebagai representasi ikon kota Cirebon. Sementara di area dalam Balai Kota, nuansa tradisional diperkuat lewat ornamen topeng panca wanda pada lampu-lampu penerangan.
“Setiap elemen dipilih bukan secara sembarangan, tapi mengandung makna budaya yang ingin kita wariskan ke generasi mendatang,” tegas Edo.
Taman-taman di lingkungan Balai Kota pun sedang dibenahi agar menjadi ruang hijau yang nyaman, rindang, sekaligus edukatif, dengan menghadirkan narasi budaya melalui desain visual.
Pemerhati budaya Cirebon, Jajat Sudrajat menyambut baik upaya Pemkot dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam wajah kota. Ia menilai penggunaan bata merah dan candi bentar sebagai langkah cerdas dalam menguatkan identitas daerah.
“Bata merah itu tak lepas dari sejarah Pangeran Panjunan, seorang ulama dan pengrajin keramik yang berperan besar dalam tradisi gerabah di Cirebon. Candi bentar pun sarat makna spiritual dan filosofis,” ungkapnya.
Jajat menegaskan pelestarian budaya bisa efektif jika diwujudkan dalam bentuk nyata dan dekat dengan masyarakat, seperti yang kini dilakukan Pemkot Cirebon.
“Ini bukan sekadar ornamen, tapi strategi pelestarian budaya yang modern dan berdampak luas,” katanya. (Agus)














































































































Discussion about this post