MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program “Jaga Kiai dan Santri” untuk menjaga ulama, kiai dan ustadz dari paparan Covid-19.
Program tersebut diluncurkan di Pendopo Bupati Majalengka, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Senin (23/8).
Bupati Majalengka, Karna Sobahi menyambut baik dan mendukung program jaga kiai dan santri yang diinisiasi Baznas Kabupaten Majalengka bersama berbagai pihak terkait lainnya.
Menurutnya program tersebut, merupakan bentuk keprihatinan Baznas Majalengka dengan melihat banyaknya ulama dan tokoh agama yang wafat akibat pandemi Covid-19.
“Kiai merupakan salah satu garda terdepan dalam mensyiarkan agama yang sudah sepatutnya kita jaga bersama, agar senantiasa memberi dampak positif bagi bangsa,” ungkap Karna Sobahi.
Melalui program itu, dijelaskan Karna, bahwa ini merupakan bentuk aksi nyata yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan di lingkungan pondok pesantren, seperti para santri, pengurus, serta kyai.
“Program ini memiliki tiga tujuan utama, yakni menjaga kesehatan dan kebugaran para kiai, memberi dukungan paket kesehatan untuk para kyai, dan memberikan layanan kesehatan bagi para kyai,” jelasnya.
Bupati menambahkan, para kiai adalah garda terdepan yang paling banyak berhadapan dengan umat.
Dengan mobilitasnya yang tinggi, para kiai tentu sangat mungkin menjadi pihak yang sangat riskan terdampak wabah Covid-19.
“Untuk itu, program jaga kiai dan santri tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan kami dari pemerintah dalam menjaga dan memelihara kesehatan para kiai dan pengasuh pesantren yang telah berjasa bagi bangsa ini, khususnya di Kabupaten Majalengka,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Majalengka, KH Anwar Sulaiman menambahkan, program Jaga Kai dan Santri ini meliputi penyelenggaraan pelayanan vaksinasi, pembagian paket imunitas, paket higienitas, pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pemberian bantuan bagi pasien isolasi mandiri.
“Agenda ini menargetkan seluruh warga pesantren tanpa terkecuali, mulai dari para santri, pengurus pondok pesantren, hingga kiai dan ulama,” kata KH Anwar Sulaiman.
Dia menjelaskan, berdasarkan data di Kementrian Agama RI pada 7 Juli lalu, sudah terdapat 605 orang kiai dan ulama serta pengasuh ponpes yang wafat akibat Covid-19.
Disamping itu, cukup banyak santri di lingkungan ponpes yang terpapar Covid-19 selama pandemi ini.
Untuk itu, melalui program jaga kiai dan santri ini, diharapkan dapat melindungi dan menjaga kiai serta santri dalam situasi pandemi Covid-19 dan sekaligus para kiai juga dapat lebih kompak dalam menyampaikan kembali arti pentingnya vaksinasi kepada masyarakat di daerah masing-masing.
“Mari kita pedomani fatwa-fatwa MUI yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Hal ini merupakan bagian dari ikhtiar lahir batin dalam menangani pandemi Covid-19 ini, khususnya di Kabupaten Majalengka,” ajak Ketua MUI Kabupaten Majalengka.(Munadi)
















































































































Discussion about this post