KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mendapatkan bantuan mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan (ventilator,-red) dari PT Dharma Group di Ruang Rapat Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (16/12). Ventilator yang diberikan berjumlah empat unit.
Keempat mesin ventilator tersebut diperuntukkan untuk kedua rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Cirebon (RSUD Arjawinangun dan Waled). Masing-masing rumah sakit mendapatkan dua unit mesin ventilator.
CEO PT Dharma Group, Irianto Santoso mengatakan, perakitan atau pembuatan ventilator tercetus sejak awal terjadinya pandemi Covid-19 menjadi alat yang spesial. Oleh karena itu, pihaknya tertantang membuat ventilator dari kelangkaan di minggu ketiga bulan Maret yang lalu.
Sebelumnya, aku dia, jika PT Dharma Group belum memiliki pengalaman untuk membuat ventilator. Akan tetapi, atas dasar kelangkaan ventilator pada saat awal terjadi pandemi Covid-19 menjadi pencut semangat untuk dapat memproduksi ventilator untuk membantu penanganan Covid-19.
“Atas keinginan Pak Presiden yang ingin pengusaha asli Indonesia bisa memproduksi ventilator, maka kami sangat tertantang untuk membuat ventilator,” kata Irianto.
Selanjutnya, bertepatan pada Hari Kebangkitan Nasional ventilator ini pun sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Dan setelah dilakukan uji klinis sebelum diedarkan secara luas, pada tanggal 10 Mei 2020 mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.
“Setelah mendapatkan izin edar dari Kemenkes, sejak saat itu kami langsung melakukan produksi. Pertama kita produksi sebanyak 30 unit yang sudah disebarkan ke sejumlah rumah sakit yang ada di Indonesia,” paparnya.
Ditempat yang sama, Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Hilmi Rivai mengungkapkan, Covid-19 sudah mampu mendorong semua pihak dalam melakukan penanganan pandemi.
Maka, pemerintah dalam penanganannya tidak mungkin bekerja sendiri sehingga perlu menggandeng tangan pihak lainnya.
“Atas dasar hal itu, maka konsep Pentahelix yakni pemerintah, pengusaha, tokoh masyarakat dan akademik akan lebih memudahkan dalam penanganan covid-19,” kata Hilmi.
Sebagai implementasi dalam metode Pentahelix tersebut, dikatakannya PT Dharma Group menjadi salah satu contoh perusahaan yang bisa bekerjasama dengan baik dengan pemerintah dalam penanganan Covid-19.
“Ventilator menjadi alat yang luar biasa dalam penanganan Covid-19, maka alat ini sebagai alat antisipasi dari hal yang tidak diinginkan dalam penanganan Covid-19,” ujar Hilmi.
Dirinya berharap kedepan proses kerjasama yang simbiosis mutualisme antara pemerintah dan pengusaha bisa terus berjalan dengan baik.
Dengan cara seperti itu, ditegaskannya pemerintah Kabupaten Cirebon pun akan peduli juga terhadap pengusaha yang mampu membantu pemerintah dalam penanganan persoalan dari seluruh aspek permasalahan. (Ghofar)














































































































Discussion about this post