KUNINGAN, (FC).- Meski Hari Raya Idul Adha 1441 H masih cukup lama tiba, namun Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan mempercepat melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan.
Pemeriksaan perdana dilakukan di Pasar Hewan Awirarangan Kabupaten Kuningan, pada Kamis (10/07). Seluruh petugas dari Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kuningan turun secara full team dalam kegiatan itu.
Kepala Bidang Peternakan, Lia Priliawati, melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Rofiq, menyatakan sebelum dijadikan hewan kurban, beberapa jenis hewan seperti kambing dan sapi harus dipastikan dahulu kelayakan dan kesehatannya.
“Alhamdulillah dari pemeriksaan yang dilaksanakan hari ini, semua ternak sehat dan tidak ditemukan tanda-tanda penyakit yang berbahaya,” kata Rofiq.
Setelah dilakukan pemeriksaan di pasar hewan itu, masih ada beberapa hewan yang dinyatakan belum layak dijadikan hewan kurban. Diantaranya, karena belum cukup usianya dan ada beberapa yang cacat ringan.
“Hewan yang layak kurban itu kan ada kriterianya baik secara Syariat Islam dan juga kesehatan. Yang bisa dijadikan hewan kurban itu adalah hewan yang sehat, seperti dari penampakkan fisiknya,” kata Rofiq
Untuk penampakkan fisik dijelaskan Rofiq, dilihat dari kelincahan, nafsu makan dan tidak ada cacat pada tubuhnya, seperti mata, mukut, hidung, telinga, tanduk, alat kelamin, tubuh dan lainnya. Karena dikhawatirkan ada penyakit anthraz yang cirinya dari pendarahan pada lubang – lubang tubuh hewan.
“Makanya kita akan terus periksa secara berkala, baik di pasar-pasar hewan, lapak-lapak, maupun di kandang-kandang peternak,” tambah Rofiq
Hewan kurban layak, dijelaskannya yakni yang memenuhi cukup usia ditandai dengan gigi seri hewan yang telah tanggal dan tumbuh gigi pastinya. Jika Kambing atau Domba, telah lebih dari satu tahun dan jika Sapi harus lebih dari dua tahun usianya.
Yang terakhir, sambungnya, hewannya tidak cacat, seperti mata tidak buta, tanduk tidak patah, kulit tidak ada luka, kakinya tidak pincang dan alat kelaminnya simetris.
“Bagi yang telah memenuhi kelayakan dan kesehatan tersebut, kita berikan kalung tanda sehat dan layak pada hewan, agar mempermudah pembeli saat memilih hewan untuk kurban di pasar ini,” jelas Rofiq. (Ali)











































































































Discussion about this post