KAB. CIREBON, (FC).- Masih ingat pasar centra batik trusmi yang diresmikan pada tahun 2015 oleh
oleh Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat saat itu. Pasar yang terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon itu kondisinya terbilang makin hari makin sepi.
Salah satu pedagang di Centra Batik Trusmi, imron menggatakan, sepinya pembeli membuat penghasilannya tak menentu. Dalam sehari pembeli hanya satu, kadang juga tidak ada sama sekali.
Ruko pedagang juga banyak yang tutup. Kebanyakan pemilik ruko lebih memilih jualan di rumah.
“Padahal kalau dilihat tempatnya cukup strategis dan tidak terlihat kumuh, namun pengunjung di pasar ini makin sepi. Kita selaku pedagang juga berharap ada solusi dan inovasi dari pengelola,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Mahmud juga mengungkapkan penyebab pasar sepi karena pandemi Covid-19 masi berdampak sampai sekarang. “Jadi setiap harinya begini-begini saja,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan pasar ini cukup ramai setelah Idul Fitri dan sebelum Hari Raya Natal. Ramainya pengunjung bisa dibilang musiman tetapi kebutuhan dapur pedagang setiap hari harus terpenuhi.
“Harusnya ada solusi agar kita ada pemasukan tiap harinya,” kata Mahmud.
Seorang juru parkir, Hendi mengatakan, akhir-akhir ini pengunjung banyak tujuannya hanya untuk makan di Empal Gentong H Apud yang ada di komplek pasar Centra Batik Trusmi, dibandingkan ke dalam pasar batik.
“Banyak pengunjung juga dari luar Cirebon. Sebetulnya bisa juga pasar ini berinovasi sebagai pasar kuliner dan pasar batik. Barangkali dengan adanya kuliner khas Cirebon sebagai penunjang pasar lebih ramai,” tuturnya.
Ia juga berharap kedepan banyak pengunjung datang ke pasar centra batik trusmi karena mengingat Cirebon juga terkenal akan batiknya sudah sepatutnya mendukung prodak khas Cirebon.
“Gagasan pemasaran yang harus betul-betul dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Cirebon melalui marketingnya. Apalagi kita sudah di era modern, di mana semua khalayak menggunakan handphone sebagai perantara pesan yang disampaikan, seharusnya pengelolaan atau pemerintah daerah harus segera melakukan inovasi mulai dari segi perikanan sehingga masyarakat luar bisa tau bahwa Cirebon mempunya Centra Batik Trusmi sebagai pusat perbelanjaan oleh-oleh Cirebon,” tandasnya. (Aldi/Jaenal/JOB/FC)















































































































Discussion about this post