Selain itu, kata dia, dalam protap kesehatan saat warga diperiksa oleh tim kesehatan pada 18 Mei 2020, harusnya yang bersangkutan dikarantina mandiri, tetapi tidak dilakukan.
“Pada saat diumumkan hasil tesnya, ada kebocoran hasilnya sehingga viral di medsos dan citra masyarakat serta pedagang Sumber ini jelek,” katanya.
Diakui Ketua RW 01 Kelurahan/Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Badruddin yang juga pedagang Pasar Sumber, dalam aturan main penjemputan pasien positif Corona harusnya tidak membuat gaduh dan menakutkan masyarakat. Waktu penjemputan pun harusnya dilakukan pada malam hari.
“Sedangkan kemaren itu jam 9 pagi dan rame sehingga warga ketakutan seoalah-olah penggerebakan teroris,” kata Badruddin.
Harusnya, kata dia, petugas penjemput juga memberi motivasi juga kepada masyarakat sehingga tidak terjadi ketakutan yang berlebihan di masyarakat seperti sekarang. Bahkan, aku dia, warga yang rumahnya berdekatan dengan pasien yang positif Corona juga banyak yang mengungsi hingga sekarang.
“Mereka yang ada di sekitar rumah pasien bubar atau mengungsi sampai sekarang karena ketakutan” kata Badruddin.
















































































































Discussion about this post