Namun Wawan tidak memberikan batas waktu kapan uang tersebut harus dikembalikan. Dirinya masih menunggu komitmen dari ke empat orang tersebut. “Nggak saya tidak kasih batas waktu. Katanya mereka akan berembuk dulu terkait penggantian uang itu,” tandas Wawan.
Sebelumnya, nasib naas dialami para perangkat Desa Kubang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon. Pasalnya, bukannya langsung pulang mengantarkan uang dana desa yang baru saja dicairkan, mereka malah berbelanja terlebih dahulu disebuah Toko yang ada diwilayah Kota Cirebon.
Walhasil, uang Rp300 juta yang rencananya akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, dan juga untuk penanggulangan Covid-19 Desa Kubang Kecamatan Talun raib digondol maling.
Kejadian tersebut bermula saat, Nurkasim yang menjabat sebagai Kadus yang juga sebagai pengemudi Mobil dengan ditemani Eka selaku Kaur Keuangan dan juga Soleh selaku Kasie Ekbang mencairkan Dana Desa sebanyak Rp300 juta di Bank bjb Sumber, Kamis (23/4).
Usai mencairkan uang tersebut, mereka menuju toko bahan kimia di Jalan Pasuketan Kota Cirebon. Sementara mobil sedan dengan Nomor Polisi E 1036 BP diparkir di depan Toko Elektronik Jalan Pekiringan Kota Cirebon.
Namun mereka begitu terkejut saat mendapati kaca mobil sebelah kiri dalam kondisi pecah, mereka bertambah kaget saat melihat uang Rp300 juta yang disimpan dikantong plastik warna hitam sudah tidak ada ditempat. (Muslimin)














































































































Discussion about this post