KOTA CIREBON, (FC).- Berdasarkan zona resiko Covid-19 di Jawa Barat, Kota Cirebon menjadi satu-satunya daerah di Jabar yang memiliki resiko tinggi atau zona merah, dengan skor 1,75. Data ini diambil pada rentang waktu 17-23 Mei 2021.
Hal ini terjadi kurang lebih sepekan setelah libur lebaran, dan kedua kali zona merah setelah terjadi hal yang sama pada tahun lalu.
Atas hal itu, Walikota Cirebon Nashrudin Azis mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota dengan nomor 443/SE.43/PEM tentang perpanjangan ke 8 perlaksaan PSBB proporsional dalam rangka penenaganan Covid-19 di Kota Cirebon.
Dan secara mendadak Azis menggelar jumpa pers di Ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Senin sore (24/5).
Dengan nada bicara yang berat Azis menyampaikan, status zona merah ini membuatnya prihatin.
Pasalnya, masyarakat sendiri yang tidak sadar pandemi Covid-19 ini masih ada dan tidak disiplin terhadap protokol kesehatan.
“Saya minta jangan datang dulu ke Kota Cirebon, kalau tidak memenuhi protokol kesehatan. Karena yang datang bisa saja menularkan atau tertular Covid-19,” tegasnya.
Pelaku usaha, lanjut Azis, tidak dilarang untuk melakukan aktivitas ekonomi. Namun dengan protokol kesehatan, seperti membatasi jam operasional, membatasi pengunjung dan lainnya.
Di tempat yang sama, Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi menambahkan, hasil evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat pada 17-23 Mei menilai skor risiko penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon sebesar 1,75.
Ditandai dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 pasca Idul Fitri yakni tanggal 18 Mei sebanyak 29 kasus.
“Kemudian meningkat lagi puncaknya pada 22 Mei menjadi 73 kasus. Namun sejalan dengan itu, tingkat kesembuhan juga meningkat sekitar 88,6 persen,” ungkapnya.
Sesuai SE dari walikota, perpanjangan PSBB Proporsional dan PPKM sampai tingkat RT dan RW juga lebih ditekankan kembali. Jam operasional pasar, mall, restoran dan tempat usaha lainnya harus mengikuti SE yang ada.
“Demikian juga Alun-alun Kejaksan dan pasar dadakan di Bima harus ditutup sampai 31 Mei mendatang,” tandasnya.
Dari data di Dinkes Kota Cirebon secara keseluruhan ada 5.524 kasus Covid-19 di Kota Cirebon. Dari jumlah itu, 207 orang meninggal dunia, 436 orang masih karantina, dan 4.881 orang sembuh. (Agus/Sakti/FC)









































































































Discussion about this post