KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon terus memperluas jangkauan pelayanan administrasi kependudukan dengan menyasar peserta didik penyandang disabilitas.
Langkah ini dilakukan melalui program jemput bola yang diawali di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Budi Utama, Kota Cirebon.
Pelayanan tersebut menjadi titik awal rangkaian roadshow Disdukcapil ke lima Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Cirebon. Setelah SLBN Budi Utama, layanan serupa akan dilaksanakan di SLB Al-Islamiyyah, SLB Sayange, SLB Pancaran Kasih, dan SLB Mukti Asih.
Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Andi Armawan mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak yang sama atas dokumen administrasi kependudukan.
“Pelayanan ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir tanpa membedakan siapa pun. Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus, mendapatkan akses pelayanan administrasi kependudukan secara mudah dan dekat,” ujar Andi, Rabu (22/7).
Menurutnya, meski Disdukcapil bukan termasuk organisasi perangkat daerah yang menangani pelayanan dasar seperti pendidikan maupun kesehatan, keberadaan dokumen kependudukan menjadi fondasi utama agar masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik.
Karena itu, Disdukcapil terus menghadirkan layanan jemput bola agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen kependudukan.
Dalam kegiatan di SLBN Budi Utama, Disdukcapil memberikan berbagai layanan, mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik bagi pemula maupun masyarakat yang mendampingi, pembaruan data Kartu Keluarga (KK), penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak usia 0 tahun hingga sehari sebelum berusia 17 tahun, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Andi menegaskan, kepemilikan dokumen administrasi kependudukan merupakan hak setiap warga negara. Dokumen yang lengkap dan valid akan mempermudah masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan, seperti pendidikan, layanan perbankan, hingga bantuan sosial.
“Dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi pintu masuk untuk mendapatkan berbagai layanan publik. Karena itu kami ingin memastikan seluruh warga, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, memilikinya,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SLBN Budi Utama yang telah mendukung pelaksanaan pelayanan jemput bola tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sekolah menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh siswa memiliki dokumen kependudukan yang lengkap.
Andi berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa dan keluarganya, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurus dokumen administrasi kependudukan sejak dini.
“Terima kasih kepada pihak sekolah yang telah membuka ruang bagi pelayanan ini. Kami juga memberikan apresiasi kepada para guru yang dengan penuh kesabaran mendampingi dan membimbing anak-anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.
“Semoga seluruh kebutuhan administrasi kependudukan para siswa dapat terpenuhi dan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya dokumen kependudukan,” pungkasnya. (Agus)








































































































Discussion about this post