KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah RI telah merampungkan pembangunan sebanyak 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Program ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para nelayan.
Di Kota Cirebon, pemerintahan setempat mulai mempersiapkan pembangunan kawasan pesisir yang lebih representatif bagi nelayan melalui program KNMP.
Dari tiga lokasi yang diusulkan, Kawasan Cangkol menjadi yang paling cepat berproses dan kini telah memasuki tahap awal pembangunan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan pemerintah mengusulkan tiga kawasan pesisir sebagai lokasi KNMP, yakni Cangkol, Kesenden, dan Panjunan.
Ketiga lokasi tersebut sebelumnya telah disurvei oleh tim dari KKP sebagai bagian dari tahapan verifikasi.
“Yang sudah mulai dilaksanakan pembangunannya baru Cangkol. Saat ini baru memasuki tahap pengurugan lahan,” ujar Elmi, Rabu (22/7).
Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat nelayan yang menginginkan fasilitas penunjang aktivitas melaut lebih memadai di kawasan pesisir.
Elmi menjelaskan, Kota Cirebon memiliki hampir 400 nelayan pengguna kapal berukuran di bawah 10 gross ton (GT), dengan jumlah anak buah kapal (ABK) yang mencapai sekitar 4.000 orang.
Karena itu, keberadaan fasilitas pendukung dinilai sangat penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kenyamanan nelayan.
Melalui program KNMP, sejumlah fasilitas akan dibangun, mulai dari jetty atau dermaga sandar kapal, warung perbekalan, gudang es portabel, area parkir hingga fasilitas sanitasi seperti toilet.
Kehadiran sarana tersebut diharapkan mampu mempermudah nelayan dalam mempersiapkan kebutuhan sebelum melaut maupun menjaga kualitas hasil tangkapan setelah kembali ke darat.
“Nelayan nantinya bisa lebih mudah memperoleh kebutuhan melaut karena tersedia warung perbekalan, gudang es portabel, dan jetty untuk sandar kapal,” katanya.
Elmi menegaskan, seluruh proses pembangunan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui KKP. Sementara itu, Pemerintah Kota Cirebon berperan mengajukan usulan berdasarkan kebutuhan nelayan sekaligus melakukan pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai peruntukannya.
“Kami hanya meneruskan usulan dari nelayan kepada KKP. Seluruh pembangunan dilaksanakan pemerintah pusat, sedangkan kami mengawasi agar pemanfaatannya sesuai tujuan,” jelasnya.
Selain memperkuat sektor perikanan, kawasan Kampung Nelayan Merah Putih juga diproyeksikan menjadi ruang publik baru di kawasan pesisir. Nantinya kawasan tersebut akan dipercantik dengan penataan lingkungan dan pencahayaan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai destinasi wisata.
“Dengan konsep tersebut, KNMP diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan infrastruktur yang lebih lengkap, tetapi juga mampu menghidupkan kawasan pesisir sebagai pusat aktivitas ekonomi dan wisata di Kota Cirebon,” tutupnya. (Agus)









































































































Discussion about this post