KAB. CIREBON, (FC).– Komunitas Perkutut Lokal Cirebon (PLC) – Perkumpulan Pelestari dan Pencinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Korwil Cirebon menggelar event ngerek bareng dengan tema ” Ngerek Perkutut Dapat Pahala”, bertempat di Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Minggu (13/6).
Ketua pelaksana kegiatan, Abi Waluyo mengatakan, acara ngerek bareng merupakan salah satu agenda yang diselenggarakan PLC-P4LSI Korwil Cirebon sebagai ajang silaturahmi para pecinta perkutut lokal.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah yaitu Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Bahkan ada dari luar kota, seperti Brebes, Tegal, Bekasi, Karawang, Cikarang, Purwakarta dan Bandung.
“Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 jadi untuk para peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Upaya untuk menghindari kerumunan, event di bagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas gacoran ,kelas layon dan kelas pemula,” kata Abi Waluyo di sela-sela pelaksanaan, Minggu (13/6).
Dijelaskan Waluyo, tema ngerek bareng dapat pahala yaitu selain sebagai agenda silaturahmi juga dengan kegiatan ngerek tersebut berharap bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
Oleh karenanya masih kata Waluyo, dalam kesempatan ini, PLC-P4LSI Korwil Cirebon menggelar kegiatan dengan tema tersebut (Ngerek Perkutut Dapat Pahala) ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim-piatu di sekitar lokasi.
“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat, jadi bukan hanya untuk mencari kesenangan para penghobi, tapi kami juga menggelar kegiatan bakti sosial yakni berbagi dengan sesama yaitu memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu, khususnya di sekitar lokasi kegiatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PLC Korwil Cirebon, Ki Badur alias Mahud menambahkan, bahwa acara ngerek bareng merupakan salah satu agenda silaturahmi para pecinta perkutut lokal.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
“Panitia menyediakan tempat untuk mencuci tangan, masker, dan cek suhu, kemudian di acara ngerek bareng ini terbagi menjadi tiga kelas, yakni kelas gacoran ,kelas layon dan kelas pemula, sehingga para peserta tidak berkerumun,” ujarnya.
Ki Badur menjelaskan, tema ngerek perkutut dapat berkah, selain sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi, di kegiatan event tersebut juga ia sisipkan salah satu agenda kegiatan bakti sosial yaitu memberikan santunan kepada 25 anak yatim-piatu di sekitar lokasi.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, berharap semoga kegiatan ini semakin menambah mempererat silaturahmi dan wawasan khususnya bagi para pecinta perkutut lokal,” pungkas Ki Badur. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post