MAJALENGKA, (FC).– Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), KH Maman Imanulhaq meminta polisi untuk mengusut tuntas penemuan paket bantuan sosial (Bansos) berupa beras dan sembako lainnya yang ditemukan dalam kondisi membusuk. Dan dikubur di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok.
Bila ditemukan unsur pidana, kata pria yang akrab disapa Kang Maman ini mendorong aparat hukum untuk tak segan-segan menjerat siapapun yang terlibat.
“Kepolisian perlu mengusut kasus ini hingga tuntas secara adil dan transparan agar publik mengetahui duduk soal yang sesungguhnya. Bila memang ditemukan unsur pidana, polisi jangan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas,” ujar Kiai Maman kepada wartawan, Selasa (2/7).
Politisi PKB asal Kabupaten Majalengka, itu pun tak percaya begitu saja alasan yang menyebut penguburan bansos presiden itu dilakukan lantaran rusak. Bila pun rusak, harusnya ada prosedur lain yang dilakukan ketimbang melakukan penguburan bahan-bahan pangan itu, bahkan malah dikubur di lahan milik orang lain.
Ia menyayangkan paket sembako itu sampai dibuang-buang percuma di tengah kesulitan masyarakat kala itu. Padahal, bantuan bahan pangan itu begitu dibutuhkan oleh masyarakat lantaran dampak pandemi covid yang begitu memukul perekonomian masyarakat. Lebih-lebih lagi, bila ternyata ada pihak yang mengeruk untung di tengah penderitaan masyarakat.
Komisi VIII DPR RI pun, imbuh Kiai Maman, bisa saja bakal memanggil Kementerian Sosial, vendor, distributor, serta pihak-pihak yang terkait guna meminta penjelasan serta tanggung jawab dalam kasus penguburan bansos presiden itu. Ia tak mau kejadian serupa terulang kembali dalam waktu mendatang, termasuk bila benar penguburan dilakukan lantaran sembako kadung rusak dulu sebelum dikirim ke penerima manfaat.
“Sistem distribusi bansos itu penting untuk terus dibenahi. Selain ketepatan sasaran penerima manfaat, sistem pengangkutannya pun juga perlu diperbaiki agar efisien waktu dan biaya dalam pengiriman paket bansos ke masyarakat. Jangan sampai bansos pangan rusak sebelum sampai ke tujuannya,” kata Maman Imanulhaq. (Munadi)












































































































Discussion about this post