KAB.CIREBON, (FC).- Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan mendukung operasional Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan air bersih guna memenuhi kebutuhan ribuan siswa yang akan menempati sekolah program nasional tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Utama (Plt Dirut) Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Hendra Chandra Saputra, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
Karena itu, keberadaan sekolah tersebut di Kabupaten Cirebon menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus didukung bersama.
“Ini merupakan program pemerintah pusat untuk mencerdaskan anak bangsa. Tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Cirebon karena dipercaya menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya, Jumat (12/6).
Menurut Hendra, kebutuhan air bersih menjadi salah satu sarana dasar yang harus dipenuhi agar kegiatan pendidikan dapat berjalan optimal.
Untuk itu, Perumda Tirta Jati bersama sejumlah instansi terkait melakukan percepatan pembangunan jaringan distribusi air menuju lokasi sekolah.
Ia menjelaskan, jaringan perpipaan yang sedang dibangun memiliki panjang sekitar 700 meter, mulai dari titik sambungan di wilayah Perbutulan hingga meter induk yang berada di kawasan Sekolah Rakyat.
“Pembangunan jaringan ini merupakan hasil koordinasi dengan Dinas Sosial dan Satker PPS. Saat ini proses pengerjaannya terus berjalan agar kebutuhan air bersih sekolah dapat terpenuhi,” katanya.
Berdasarkan data kebutuhan yang diterima Perumda Tirta Jati, Sekolah Rakyat nantinya diproyeksikan menampung sekitar 1.000 hingga 1.500 siswa.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperkirakan diperlukan pasokan air minimal dua liter per detik.
Hendra memastikan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sumber masih mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Bahkan jika diperlukan, kapasitas suplai masih dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kebutuhan sekitar dua liter per detik masih sangat memungkinkan dipenuhi dari SPAM Sumber. Jika kebutuhan bertambah dan kapasitas tersedia, tentu bisa kami suplai lebih,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengembangan Perumda Air Minum Tirta Jati, Mira Sofiyawati, menargetkan jaringan distribusi air bersih sudah dapat beroperasi sebelum 20 Juni 2026.
Menurutnya, pekerjaan fisik ditargetkan rampung pada 18 Juni, dilanjutkan dengan proses pengujian jaringan pada 19 Juni sebelum air mulai dialirkan ke lokasi sekolah.
“Target kami tanggal 18 Juni pekerjaan selesai, kemudian dilakukan commissioning atau pengetesan. Pada 20 Juni air sudah harus mengalir ke Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Pasokan air untuk Sekolah Rakyat akan berasal dari sumber mata air Cigusti yang selama ini menjadi salah satu andalan pelayanan Perumda Tirta Jati di wilayah Sumber dan sekitarnya.
Selain melayani kebutuhan sekolah, Perumda Tirta Jati juga membuka peluang bagi warga yang berada di sepanjang jalur jaringan perpipaan untuk menjadi pelanggan baru.
Namun demikian, perusahaan menegaskan pemenuhan kebutuhan air Sekolah Rakyat tetap menjadi prioritas utama.
“Kalau secara teknis memungkinkan dan kebutuhan Sekolah Rakyat sudah terpenuhi, masyarakat yang berada di sepanjang jalur pipa juga bisa mendapatkan manfaat layanan air bersih,” kata Mira.
Diperkirakan terdapat sekitar seratus rumah yang berada di sekitar jalur jaringan baru tersebut. Sebagian di antaranya sudah menjadi pelanggan Perumda Tirta Jati, sementara sisanya berpotensi menjadi pelanggan baru apabila kapasitas distribusi memungkinkan. (Ghofar)











































































































Discussion about this post