KAB. CIREBON, (FC).- Pengurus dan anggota Khilafatul Muslimin Gebang-Losari Kabupaten Citebon secara resmi membubarkan diri dengan membacakan deklarasi pernyataan pembubaran anggota Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Gebang – Losari dihadapan Muspika dan tokoh agama masyarakat Kecamatan Gebang, Selasa (21/6).
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman melalui Kapolsek Gebang AKP H Tukijan mengungkapkan, atas kesadaran sendiri pengurus dan anggota Khilafatul Muslimin Gebang-Losari yang bermarkas di wilayahnya telah resmi membubarkan diri, disaksikan sejumlah tokoh masyarakat, Muspika dan hadir juga Kasat Intelkam Polresta Cirebon, Kompol Dodo Nurwenda.
Ketua Kemas’ulan Gebang- Losari ( Mas’ul Umah ) Musyamsi, didampingi Abu Bakar selaku Baitul Mall / Bendahara, Akrom selaku Amni Wadifa / Keamanan dan anggota Khilafatul Muslimin Gebang-Losari membacakan deklarasi yang isinya, pengurus Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Gebang – Losari menyatakan pembubaran diri dari warga dan atau pengurus Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Gebang – Losari, kedua mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai 4 Pilar kebangsaan Negara Kesatuan RI, ketiga Bertekad mempertahankan Republik Indonesia dan menjunjung tinggi nilai nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Bertempat di halaman kediaman Djuwahir di Dusun 04 Desa Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Gebang -Losari telah menyatakan membubarkan diri,” kata AKP Tukijan.
Pasca membacakan deklarasi pembubaran diri, menurut Tukijan, mereka menyerahkan plang atau papan nama Khilafatul Muslimin Kemas’ulan Gebang – Losari yang diserahkan dan diamankan oleh Ketua MUI Kecamatan Gebang.
Tukijan berharap setelah mendeklarasikan pembubaran diri dan membuat surat pernyataan, diharapkan mereka tidak lagi membentuk kegiatan di lain tempat ataupun membentuk organisasi atau wadah pergerakan yang serupa.
“Setelah mendeklarasikan pembubaran diri, mereka kemudian menyerahkan plang nama sekretariat Khilafatul Muslimin kepada ketua MUI Gebang yang ikut hadir menyaksikan deklarasi tersebut,” terang Tukijan.
Sementara perwakilan warga Gebang, Royan mengungkapkan, masyarakat Kecamatan Gebang termasuk dirinya yang sebagian besar merupakan kaum nahdliyin sangat bersyukur adanya kesadaran diri dari kelompok Khilafatul Muslimin untuk membubarkan diri.
Dan berharap bahwa niatan tersebut bukan hanya lisan namun memang ikhlas dari hati nuraninya, karena menurutnya, Khilafatul Muslimin pernah mendapat penolakan dari warga nahdliyin, ketika membangun markas di Desa Gebang Kulon beberapa tahun silam, dan ternyata mereka masih ada dengan menjadikan rumah pribadi anggotanya untuk sekretariat.
“Kami sebagai warga masyarakat yang notabene keluarga besar NU sangat bersyukur bahwa pembubaran Khalifatul Muslimin di wilayah Gebang kondusif dan dengan kesadaran anggotanya masing-masing dengan penuh keikhlasan,” ungkapnya.
Menurut Royan, pasca adanya deklarasi pembubaran kelompom Khilafatul Muslimin Gebang -Losari ini, dirinya berharap kepada Muspika, lembaga keagamaan, serta seluruh unsur lapisan masyarakat agar lebih jeli ketika adanya kehadiran kelompok yang menanamkan faham-faham intoleran dan radikalisme.
“Ke depan kami berharap kepada semua unsur dan sekuruh lapisan masyarakat agar lebih jeli, adanya faham-faham yang intoleran dan radikalisme,” pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post