Adanya kebijakan dari Kemenkop UKM agar koperasi menjadi lembaga pembiayaan bagi pelaku UMKM merupakan harapan cerah. Pasalnya ini dapat lebih menguatkan usaha UMKM dalam memperoleh modal usaha.
“Selama ini UMKM di Indramayu memang telah banyak mendapatkan bantuan modal KUR dari berbagai lembaga perbankan. Ini sangat membantu usaha UMKM, akan lebih kuat lagi jika koperasi-koperasi juga melakukan hal yang sama,” tegas Taufik.
Ketua KSP Mitra Jasa Indramayu, Supriyadi mengatakan, terkait restrukturisasi pembiayaan/pinjaman pihaknya sangat berterima kasih kepada Menteri Koperasi dan UKM.
Menurutnya, setelah tidak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini usaha koperasi sudah mulai bangkit kembali dengan capaian usaha kisaran 70 persen.
Selama PSBB pandemi Covid-19, banyak anggotanya yang tidak mampu bayar angsuran kepada koperasi. Akibatnya berdampak pada usaha koperasi dan neraca keuangan sehingga pihaknya mengajukan restrukturisasi pembiayaan kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM.
Supriyadi menambahkan, pada tahun 2017 pihaknya mendapatkan modal dana bergulir sebesar 5 miliar dengan masa pengembalian selama 36 bulan.















































































































Discussion about this post