KAB. CIREBON, (FC).- Banyaknya kearifan yang ditutup karena kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat pelaksana pembangunan peningkatan jalan kesulitan mendapatkan material Base Cost (batu bongkahan) untuk dasar peningkatan jalan, dipastikan pelaksanaan pembangunan peningkatan jalan menjadi terhambat.
Salah satunya pelaksanaan peningkatan jalan Babakan -Cibogo di Desa Serang Wetan Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon, proyek peningkatan jalan sepanjang 219 meter dengan lebar 4 meter tersebut akan diaspal, namun sebelum diaspal akan ditinggikan sekitar 15-20 cm menggunakan material Base Cost (bongkahan baru/krikil).
Akan tetapi dengan banyaknya kearifan yang ditutup membuat pelaksanaan peningkatan jalan molor waktu pekerjaannya.
Kuwu Serang Wetan, Setia Budi kepada FC, pekerjaan peningkatan jalan di desanya sudah berjalan hampir sebulan, menurutnya memang biasanya pekerjaan peningkatan jalan dengan pengaspalan biasanya bisa cepat selesai, akan tetapi, dalam pelaksanaan pembangunan peningkatan jalan di desanya dibarengi juga pekerjaan pembangunan SPAL.
Hingga saat ini, lanjutnya pengerjaan proyek masih sebatas pemadatan jalan menggunakan batu brangkalan atau istilah lainnya beskos sebelum nantinya dilakukan hot mix.
Proses pemadatan jalan poros sejauh ini terbilang lambat, dari informasi yang diperolehnya, salah satu terhambatnya pengerjaan jalan potos tersebut dikarenakan kelangkaan barang baku berupa beskos tersebut.
Hal ini berdampak kepada proyek peningkatan jalan poros yang seharusnya selesai dalam beberapa bulan ini mengalami keterlambatan karena kesulitan mendapatkan material batu brangkalan.
“Dari informasi yang saya terima, sulitnya mencari material batu brangkalan di beberapa tempat, jadi pengerjaan pun terhambat, ” katanya.
Keterlambatan proyek peningkatan jalan poros ini berdampak signifikan terhadap masyarakat, berdasarkan keterangan dari pelaksana bahwa mereka harus mencari material base cost hingga ke daerah Brebes, dan itupun tidak bisa maksimal, sehari terkadang hanya mendapatkan dia truk.
“Jalan yang masih dalam proses pengerjaan pun membuat aktifitas masyarakat pun terhambat, ” ungkapnya.
Ia pun berharap ada solusi untuk percepatan pelaksanaan proyek peningkatan jalan poros Babakan Cibogo ini.
” Semoga ada solusi untuk mencari alternatif material lain atau meningkatkan produksi material batu brangkalan di daerah lain. Diharapkan proyek ini dapat selesai secepatnya dan meningkatkan mobilitas warga serta perekonomian lokal.” pungkasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post