KAB. CIREBON, (FC).- Awal penyaluran pengadaan komoditi program Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) dari Kementeria Sosial (Kemensoso) tahun 2018 lalu di Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon melalui supplier yang ada di Kabupaten Cirebon.
Namun kualitas barang yang disalurkan menurut Keluarga Penerima Manfaat (KPM} kurang baik. Demikian diungkapkan Sekretaris Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Ciledug, Cahya Setia di sela – sela kegiatannya, Minggu ( 20/11),
“Awal penyaluran komoditi BPNT oleh supplier kualitas barangnya mengecewakan KPM, kemudian bulan kedua kami ganti dengan supplier lain, hasilnya pun sama mengecewakan. Hingga supplier yang ketiga hasilnya tidak berubah kita putuskan stop pengiriman dari supplier,” kata Cahya.
Setelah tiga kali penyaluran dikecewakan, kata Cahya, pihaknya mempelajari Pedomam Umum BPNT ternyata Bumdes boleh melakukan penyaluran program BPNT.
Kemudian kita lihat potensi sumber daya alam di sekitar Kecamatan Ciledug dan hasilnya pengurus Bumdes Leuwenggajah sepakat untuk meyalurkan komoditi dari lingkungan Kecamatan Ciledug.
“Setelah tiga kali penyaluran hasilnya kurang baik, Kami putuskan penyaluran secara mandiri itu karena kita melihat potensi alam yang begitu banyak di wilayah Ciledug, dari sawah sampai ratusan hektar, kemudian pengrajin tahu tempe dan bahkan telur serta sayuran dan buah buahan pun di sini ada, sehingga Kami mampu mandiri dan memberi barang barang lokal khususnya di Kecamatan Ciledug,” katanya
Dari pengalaman yang sama di masing – masing Bumdes se Kecamatan Ciledug, tambah Cahya, pihaknya melakukan komunikasi dengan Bumdes – Bumdes lain. Hasilnya Kami sepakat untuk bersatu membentuk Bumdes Bersama (Bumdesma) Kecamatan Ciledug).
“Nah, disitulah kami berkumpul menjadi satu di Kecamatan Ciledug untuk mendata dan mulai mencoba mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada. Alhamdulillah setelah berdiskusi ternyata antar Bumdes bisa saling mengisi untuk memenuhi komoditi penyaluran BPNT se Kecamatan Ciledug,” ujarnya
Dijelaskannya, untuk memenuhi kebutuhan komoditi BPNT sistematika adalah komoditi apa yang akan disalurkan, kemudian kita lihat di desa mana komoditi tersebut ada. Jika ada komoditi di salah satu desa desa tersebut ada, Bumdesma beli kemudian kita salurkan ke KPM.
“Sebelum penyaluran Kami rencanakan komoditi apa saja yang akan disalurkan. Setelah sepakat, kita cari di desa mana yang ada komoditi tersebut kemudian Kami beli untuk disalurkan kepada KPM di Kecamatan Ciledug yang berjumlah 3.000 KPM,” jelasnya.
Dengan pengadaan komoditi secara mandiri, lanjut Cahya, Bumdesma dapat memberdayakan warga terutama petani, pengusaha di wilayah Kecamatan Ciledug, sehingga perkonomian berputar di wilayah Ciledug dan terciptanya kecamatan yang mandiri.
“Jika kita peduli kepada petani dan pengusaha di desa, selain mendorong UMKM juga menciptakan peluang kerja lain bagi warga sekitar semisal paking barang, tukang beca bisa dapat rejki dengan bawa barang dan lain sebagainya,” tutur Cahya.
Dirinya berharap, Kabupaten Cirebon itu sebuah daerah yang kaya akan sumber daya alam, semoga kecamatan lain cepat juga menciptakan perekonomian secara langsung agar tercipta wilayah yang mandiri dan peduli terhadap petani serta bisa menstabilkan harga di pasaran jika memang kita sudah menciptakan pasar langsung.
‘Kita ciptakan UMKM di kecamatan kita masing – masing dengan pengadaan komoditi BPNT dari wilayah sendiri, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar,” pungkasnya. (Mawa Bagja)
















































































































Discussion about this post