Asdullah menegaskan, pihaknya tidak memaksa anak-anak untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan tatap muka, karena orang tua terlebih dahulu diminta untuk membuat pernyataan.
“Kalau anaknya tidak diperboleh, pihak sekolah tidak mempermasalahkan dan menurut saya ini akan banyak manfaatnya, daripada anak keluyuran tidak karuan,” kata Asdullah.
Masih dikatakan Asdullah, ketika anak diperbolehkan sekolah, maka lebih terkontrol suhu tubuhnya. Semisal kalau di sekolah ternyata suhunya tinggi akan mudah ke kontrol, sebaliknya kalau diluar siapa yang akan mengontrol.
“Makanya saya menginstruksikan kepada sekolah-sekolah harus memiliki tempat untuk memanfaatkan ruang, seperti ruang UKS untuk dijadikan tempat isolasi mandiri sementara. Termasuk mungkin harus dibentuk Satgas Covid-19 tingkat sekolah,” ujarnya.
Di akhir Asdullah menambahkan, proses KBM tatap muka sudah dilaksanakan Senin lalu, bahkan sudah berjalan, akan tetapi tetap jaga jarak.
“Contohnya setiap satu kelas itu harus 10 orang dan dibagi tiga gelombang (pagi, siang, sore). Anak-anak ini satu minggu sekali berangkatnya, karena harus bergilir,” tukasnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post